Berita Pemkab Kutai Timur

Sambut Wabup Kasmidi dan Istri, Warga Padati Bandara dan Rumah Pribadi

Puluhan warga menggelar sambutan dengan iringan musik rebana mulai dari Bandara Tanjung Bara hingga ke kediaman pribadi di Jl Poros Sangatta-Bontang.

Sambut Wabup Kasmidi dan Istri, Warga Padati Bandara dan Rumah Pribadi
HUMAS PEMKAB KUTIM/Nophi
Pasangan Wabup Kasmidi Bulang dan Tirah Satriani disambut warga Sangatta. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Hampir sebulan Wakil Bupati Kasmidi Bulang dan istri, Tirah Satriani meninggalkan Kota Sangatta untuk beribadah haji ke tanah suci.

Rabu (20/9/2017), keduanya kembali ke Sangatta.

Puluhan warga menggelar sambutan dengan iringan musik rebana mulai dari Bandara Tanjung Bara hingga ke kediaman pribadi di Jl Poros Sangatta-Bontang, Kecamatan Sangatta Selatan.

Dimana digelar acara syukuran atas kepulangan dari ibadah haji.

Air zam zam dan buah kurma menjadi suguhan bagi para tamu yang ikut menyambut keduanya.

Selain, hidangan makan siang dan kue khas Bugis dan Banjar yang dikangeni oleh Wabup dan istri.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup menyampaikan sedikit pesan dan kesan selama menjalankan ibadah di tanah suci.

“Bagi saya dan istri yang baru pertama kali menjalankan ibadah haji, banyak cerita yang bisa kita jadikan pelajaran bersama. Terutama buat yang akan melaksanakan ibadah haji. Sebagai informasi awal, Alhamdulillah, para jamaah reguler asal Kutim bisa melaksanakan ibadah dengan lancar dan semua bisa kembali ke tanah air. Hanya saja, Kutim kemarin tidak kebagian tenaga dokter dan pendamping. Padahal dalam kloter yang digabung dengan kabupaten/kota lain, jemaah Kutim terbanyak. Jadi ke depan, kalau tidak ada tim medis, tapi ada dokter yang ikut kita support obat saja,” beber Kasmidi.

Baca: PPKB Gelar Pemutakhiran Data Keluarga, 3 Kecamatan Jadi Sasaran Awal

Baca: Aktif Sosialisasi HIV/AIDS di Lingkungan Kerja, 3 Perusahaan Terima Penghargaan KPA

Baca: Beri Bantuan Alat Musik, Bupati Canangkan Germas di Long Mesangat

Selain itu, ada masalah pada catering jemaah.

Karena ternyata di sana, 13 hari jelang kepulangan, jatah catering sudah habis.

Selain itu, untuk jemaah haji plus, menurut Kasmidi, butuh persiapan mental dan keteguhan hati yang besar.

“Dari rombongan saya sebanyak 20 orang, yang tiba di tanah suci, hanya sebagian saja. Sisanya ada yang harus terpaksa pulang ke Jakarta. Saya dan istri Alhamdulillah bisa sampai. Intinya, semua yang kami lalui adalah pelajaran. Belum tentu yang ekonominya di atas, bisa mulus sampai ke tanah suci,” ungkap Kasmidi.(advertorial/hms12)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved