Kaltim Kehilangan Hutan 98 Ribu Hektar, Greenpeace Ungkapkan Belum Ada Komitmen Gubernur!

Provinsi Kalimantan Timur menjadi satu di antara provinsi di Indonesia yang menjadi anggota GCF sekaligus telah berkomitmen untuk mengurangi deforesta

Greenpeace Indonesia
Deforestasi hutan Indonesia 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Ayuk Fitri

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pertemuan tahunan para Gubernur anggota GCF (Governors’ Climate and Forest Task Force – Satuan Tugas Gubernur untuk Hutan dan Perubahan Iklim) sedang berlangsung di Hotel Novotel, Balikpapan, Kalimantan Timur, 25-28 September 2017.

Provinsi Kalimantan Timur menjadi satu di antara provinsi di Indonesia yang menjadi anggota GCF sekaligus telah berkomitmen untuk mengurangi deforestasi hutan.

Pada kesempatan konferensi pers Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyatakan, Dewan Daerah Perubahan Iklim mencatat laju deforestasi pembukaan lahan di Kaltim rata-rata mencapai 98 ribu hektare per tahun sejak tahun 1998-2012. 

Beberapa upaya Kaltim untuk berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon juga tertuang di dalam Peraturan Gubenur (Pergub).

"Ada Pergub nomor 17, Kaltim juga sudah melakukan moratorium, tidak ada lagi perizinan untuk izin usaha pertambangan (IUP) kecuali Hutan Tanaman Industri (HTI). Inilah salah satu upaya, dan sudah diakui secara nasional," ungkap Awang. 

Sementara itu Awang menyebutkan sebagai langkah untuk mengurangi emisi karbon juga dengan membuka perkebunan sawit (sustainable oil palm).

Perkebunan itu termasuk dalam pembangunan Kaltim ke depannya untuk menggantikan sumber daya alam yang tidak tergantikan. 

"Perkebunan ini agar bisa jadi sumber ekonomi berkelanjutan. Kita bukan menambah luas areal pembukaan lahan, tapi akan meningkatkan kualitas sawit yang mencapai angka 25 ton per hektare," kata Awang. 

Meski nantinya terpaksa membuka lahan, lahan marjinal yang kandungan unsur harnya telah berkurang yang digunakan. 

"Sawit bisa berjalan dan lingkungan terjaga. kita juga larang pembakaran. Zero burning, jika ada yang langgar akan diberikan sanksi tegas," ucap Awang.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak didampingi GCF Project Lead William Boyd memberikan keterangan pers pada press conference Governors Climate and Forests Task Force (GCF) Annual Meeting 2017 di ruang Meranti Hotel Novotel Balikpapan, Senin (25/9). GCF Annual Meeting ini diikuti oleh 35 negara anggota GCF task force
Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak didampingi GCF Project Lead William Boyd memberikan keterangan pers pada press conference Governors Climate and Forests Task Force (GCF) Annual Meeting 2017 di ruang Meranti Hotel Novotel Balikpapan, Senin (25/9). GCF Annual Meeting ini diikuti oleh 35 negara anggota GCF task force (Tribunkaltim/ Fachmi Rachman)

Selain itu Awang menegaskan, deforestasi di Kalimantan Timur termasuk masih rendah dibandingkan dengan perkiraan nasional yang mencapai angka 120 hektare per tahun.

Tak sembarangan Awang juga menyebutkan perhitungan tersebut dilakukan dengan citra satelit. 

Baca: Rita Widyasari Tersangka - Dari Kukar, Inilah Saatnya Momen Bersih-bersih di Kaltim

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved