Kaltim Alami Deforestasi, Papua Barat Deklarasi Provinsi Konservasi

Bagi warga Papua Barat dalam upaya menghadang laju krisis ekologi, sangat berpangku tangan pada masyarakat adat.

Penulis: Budi Susilo | Editor: Trinilo Umardini
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Para perwakilan kepala daerah dari berbagai provinsi yang ada di dunia lakukan jumpa pers dalam event internasional bernama Governors Climate and Forests Task Force (GCF) di Hotel Novotel, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (27/9/2017) sore. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO BALIKPAPAN - Perhelatan Governors Climate and Forests Task Force (GCF) di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur dikunjungi juga Mohamad Lakatoni, Wakil Gubernur Papua Barat.

Bagi warga Papua Barat dalam upaya menghadang laju krisis ekologi, sangat berpangku tangan pada masyarakat adat. 

Ini dia ungkapkan dalam jumpa pers di Hotel Novotel pada Rabu (27/9/2017), yang menyatakan, pelibatan masyarakat adat untuk menjaga kelestarian alam merupakan pilihan yang jitu, tepat sasaran.

Masyarakat adat dianggap sebagai penjaga dan pelestari yang andal.

Warga adat merupakan pemilih sumber daya alam yang sesungguhnya. 

"Warga adat dilibatkan. Selalu beroperasi rutin. Menghindari aksi-aksi pencurian, perusakan di sungai-sungai maupun daratan. Manfaatnya nanti yang merasakan masyarakat adat itu sendiri," ungkap Lakatoni. 

Baca: Kaltim Kehilangan Hutan 98 Ribu Hektar, Greenpeace Ungkapkan Belum Ada Komitmen Gubernur!

Baca: Sebar Brosur di Acara GCF, Aktivis Lingkungan Ini Diciduk Aparat

Baca: Pertemuan Gubernur Dunia di Balikpapan, GCF 2017 Bergeser dari Komitmen Jadi Aksi

Baca: Walhi Nilai Kaltim Tak Layak Gelar GCF, Ini Alasannya

Tidak hanya itu, dari sisi pertambangan minyak dan gas, pihak pemerintah daerah membuat aturan yuridis yang terpayungi dalam Peraturan Daerah mengenai Migas yang mengatur akan keadilan masyarakat. 

"Bagi hasil yang dicapai nanti disebarkan sempai ke kampung pelosok-pelosok. Untuk memperbaiki kehidupan masyarakat," tutur Lakatoni, yang saat pemilihan kepala daerah mampu meraup suara dari rakyat sebesar 58,2 persen ini. 

Selain itu, Papua Barat pun akan menjadikan sebagai provinsi konservasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved