Sebar Brosur di Acara GCF, Aktivis Lingkungan Ini Diciduk Aparat

"Banyak hutan yang rusak. Ada desa yang hilang akibat tambang. Belum lagi banyak korban tambang," ungkap Topan.

Penulis: Budi Susilo |
TRIBUN KALTIM / BUDI SUSILO
Jufriansyah (kanan) Direktur Stabil Kaltim yang terciduk aparat dalam gelaran GCF di Hotel Novotel Balikpapan saat membagikan brosur pada Rabu (27/9/2017). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Seorang aktivis yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Kalimantan Timur, Jufriansyah, ditangkap aparat kemanan yang menjaga gelaran Governors Climate and Forests Task Force (GCF) di Hotel Novotel Kota Balikpapan, Rabu (27/9/2017). 

Padahal, pria kelahiran Balikpapan itu masuk resmi sebagai tamu undangan event GCF tersebut.

Jufriansyah mengungkapkan kepada Tribun, faktor yang melatarbelakangi dirinya terciduk aparat berseragam kepolisian Republik Indonesia.

Alasan diamankan aparat karena dirinya menyebar selebaran yang berisikan mengenai sumber daya alam Kaltim yang bobrok akibat salah kebijakan dan perilaku pemangku pemerintah sebagai pemberi izin pertambangan dan perkebunan. 

"Pas istirahat makan siang saya membagikan selebaran. Tiba-tiba aparat datang menanyakan selebaran yang dibagi. Saya dibawa ke sebuah ruangan, di lantai dua. Saya ditanya-tanya,"katanya di Taman Bekapai Balikpapan. 

Kejadian itu berlangsung sekitar 14.00 Wita. Saat ditangkap, dibawa ke dalam sebuah ruangan secara sendiri yang dikerumuni banyak polisi. Dikurung dalam sebuah ruangan, Jufriansyah diinterogasi.

"Saya ditanyakan apa sudah ada izin ? Ditanya lagi apa saya peserta legal. Apa tujuan saya menyebar brosur," ujarnya. 

Padahal, Jufri datang ke GCF karena undangan resmi. Dirinya membagikan informasi karena ingin menyatakan sikap dan menyampaikan suara pendapat.

Dirinya bersama teman-teman yang lain merasa prihatin akan kondisi Kaltim yang sudah rusak berat. 

Banyak tambang yang tumbuh tidak beraturan. Banyak kerusakaan dimana-mana, hutan hanyak yang kritis.

"Saya ingin berikan informasi ini kepada seluruh masyarakat dunia," ujar Jufri, yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Sentra Program Pemberdayaan dan Kemitraan Lingkungan. 

Selang sekitar 40 menit, Jufri akhirnya dibebaskan dengan resiko kartu identitas kepesertaan GCF disita.

Menangapi hal ini, Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang angkat bicara. Penahanan Jufriansyah merupakan tindakan yang berlebihan yang tidak patut dilakukan. 

"Acara yang digelar hanya dagelan. Hanya mengejar pencitraan. Tahun sebelumnya tidak ada keberlanjutan, hasil yang diperoleh tidak ada sama sekali. Hanya tipu-tipu saja. Lebih bagus diberhentikan saja," katanya. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved