Minggu, 12 April 2026

Serba Salah, Warga Sempat Tanam Pisang dan Taruh Kursi Karena Jalan Ini Sering Berlubang

Saat banjir melanda, kata Andra, lubang jalan tersebut tertutup air. Sehingga, kerap membahayakan pengendara

Penulis: Rafan Dwinanto | Editor: Januar Alamijaya
Tribun Kaltim/Rafan A Dwinanto
Jalan AW Syahranie yang kerap rusak, kembali mulus setelah ditambal 

Laporan TribunKaltim.co, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Jalan AW Syahranie, tepatnya di dekat lampu merah simpang Sempaja, kembali habis diperbaiki. Jalan yang berstatus milik Pemerintah Pusat ini kerap kali mendapat perawatan tambal sulam.

Maklum, kawasan Simpang Sempaja menjadi titik langganan banjir. Sehingga, jalan aspal tersebut sangat mudah rusak.

“Iya baru beberapa hari ini diperbaiki lagi,” kata Andra, pemilik warung kelontong di Jalan AW Syahranie.

Baca: Bolos Kerja Demi Beli Sabu, 2 Karyawan Toko Diciduk Polisi

 Genangan air membuat jalan mudah berlubang dan bergelombang. Warga pun tak jarang memasang rambu peringatan di lubang yang dianggap membahayakan pengendara. 

 “Pernah dipasang pohon pisang. Pernah juga dipasang kursi dan kayu-kayu untuk menandai lubang-lubang yang dalam,” kata Andra.

Baca: Dinobatkan Sebagai Salah Satu Wanita Berperngaruh, Transgender Ini Dulunya Mantan Kolonel Tentara

 Saat banjir melanda, kata Andra, lubang jalan tersebut tertutup air. Sehingga, kerap membahayakan pengendara.

“Tapi kalau banjirnya tinggi, tidak ada motor yang berani lewat. Pasti mogok,” ucapnya.

 Sementara, Miki, warga Jalan AW Syahranie IV mengeluhkan kondisi Jalan AW Syahranie yang berdebu. Saat terik, terlihat para pemilik usaha di sekitar Simpang 4 Sempaja, menyiram jalanan. Tujuannya, agar debu tak beterbangan ke tempat usaha mereka.

Baca: Begini Cara Rahmat Yani Kelabui Calon Mertua, Supaya Bisa Nikah Sesama Jenis

 “Jalannya berdebu. Kasihan kalau kita bonceng anak pakai motor,” kata Miki.

 Andra menuturkan, banjir yang menggenang di wilayah Sempaja, termasuk Jalan AW Syahranie turut membawa material berlumpur.

Saat kondisi cuaca panas, lumpur tersebut mengering dan menjadi debu saat dilintasi kendaraan. 

Baca: SIM Akan Berganti Desain, Keunggulannya tak Kasat Mata

 “Jadi ya susah. Kalau hujan kita banjir, kalau panas kita kena debu,” tuturnya.  (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved