Breaking News:

Asyik Menukangi Rumah, Suami Istri dan Rekan Diciduk BNNK

Sepasang suami istri bersama tiga rekannya diciduk Badan N arkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan, Kamis (28/9) sekitar pukul 17.00 Wita.

Penulis: Nalendro Priambodo | Editor: Adhinata Kusuma
HO BNNK Balikpapan
Keempat pengguna sabu yang diamankan BNNK Balikpapan beberapa hari lalu saat sedang asyik menukang rumah milik tersangka Ucok. Dua diantaranya adalah pasangan suami istri. 

BALIKPAPAN, TRIBUN - Sepasang suami istri bersama tiga rekannya diciduk Badan N arkotika Nasional (BNN) Kota Balikpapan, Kamis (28/9) sekitar pukul 17.00 Wita.

Sang suami, bernama Muhammad Imansyah alias Ucok (47) diringkus dirumahnya di kawasan Poros Samarinda-Balikpapan, Jalan Soekarno-Hatta Kilometer 25, Karang Joang, Balikpapan Utara setelah sebelumnya menjadi menjadi target operasi petugas karena mengedarkan sabu.

Saat ditangkap, Ucok bersama dua rekannya sedang menukangi rumahnya, satu tetangga t ersangka, juga sang istri langsung digelandang petugas ke Kantor BNNK. Tiga rekan tersangka yakni Arul, Agus, Syarifuddin dan istri Ucok, Memei langsung menjalani tes urin sesampainya di Kantor BNNK.

Dari hasil tes urin tersebut didapati keempat orang yang diamankan bersama tersangka rupanya positif narkoba. Sementara itu, tersangka pun mengakui kalau dirinya menggunakan dan m engedarkan barang haram tersebut. Menurut Kompol Muhammad Daud, Kepala BNNK B alikpapan, tersangka sudah menjadi target operasi beberapa bulan terakhir.

"Tersangka Ucok sudah menjadi target operasi BNNK Balikpapan termasuk BNNK Kaltim. D imana yang bersangkutan sudah lama terindikasi sebagai pengedar narkotika jenis sabu, yang dibantu beberapa orang kurir," ujar Kompol M. Daud di kantornya Jumat (29/9).

Hingga saat ini status empat orang lain yang diamankan bersama tersangka masih berstatus saksi. Lanjut Kompol M.Daud menjelaskan dari tangan tersangka disita dua poket sabu-sabu seberat 2,3 gram sejumlah uang tunai sekitar Rp 2,8 juta yang diakui dari hasil penjualan sabu, alat h isap, buku tabungan, ATM, ponsel tersangka dan sejumlah barang bukti lainnya.

"Dari pengungkapan ini kami lakukan pengembangan. Tersangka sendiri biasa menjual sabu d engan cara dipecah. Misal dia beli sabu seharga Rp 9 juta per 10 gram, kemudian dia pecah lagi jadi beberpa poket. Biasa dia jual Rp 1,2 juta per gram, atau Rp 200 ribu per poket," tutur Daud seraya menambahkan perbuatan itu dilakukan di rumah tersangka.

Sementara tersangka sendiri mengakui sempat menghisap sabu bersama dua rekannya dan i strinya sesaat sebelum ditangkap. Selain itu, menurut Ucok, meski istrinya juga pemakai, namun sama sekali tidak tahu kalau dirinya penyedia sabu. (m02)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved