Properti

Pekerja Informal Sekarang Bisa Cicil Rumah, Begini Syaratnya!

Saat ini, masyarakat dengan profesi informal atau yang memiliki penghasilan tidak tetap menjadi fokus pemerintah agar tetap mampu mengakses rumah.

Pekerja Informal Sekarang Bisa Cicil Rumah, Begini Syaratnya!
KOMPAS.com/ Wijaya kusuma
Mbah Nartowiono tukang cukur yang pinggir alun-alun Utara Yogyakarta saat melayani pelanggannya. 

TRIBUNKALTIM.CO -- Saat ini, masyarakat dengan profesi informal atau yang memiliki penghasilan tidak tetap menjadi fokus pemerintah agar tetap mampu mengakses rumah.

Masyarakat informal dengan penghasilan rendah ini seringkali kesulitan dalam mengajukan permohonan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke bank karena tidak memiliki bukti penghasilan per bulan layaknya karyawan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, sekarang masyarakat informal bisa membentuk asosiasi dan mengajukan KPR.

"Kalau secara perbankan, pasti fasilitasnya sama. Kalau saya diskusi dengan (Direktur Utama BTN Maryono), pekerja informal bentuk asosiasi dulu seperti pedagang mie dan bakso yang dulu programnya diluncurkan di Semarang," ujar Basuki saat bincang bisnis "Rumah untuk Rakyat" di SCTV Hall, Senayan City, Jakarta, Kamis (29/9/2017) malam.

Baca: Mulai dari Bakso Iga hingga yang Beranak! Icip-icip Yuk di Festival Bakso Nusantara Akhir Pekan Ini

Baca: Jonru Ginting Ditahan di Mapolda Metro Jaya, Ini Alasan Polisi

Baca: Putra Kedua Venna Melinda Kecelakaan sampai Mobilnya Ringsek, Bagaimana Kondisinya?

Baca: Pantai Waecicu Berpasir Putih, 1 Lagi Keunikan Objek Wisata di Labuan Bajo

Selain pedagang mie dan bakso, kata dia, pekerja informal lain yang dapat membentuk asosiasi adalah tukang cukur.

Profesi ini, dijanjikan Basuki, bisa mengakses rumah subsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP), uang muka 1 persen, dan bantuan uang tunai Rp 4 juta.

Dalam kesempatan yang sama, Maryono mengatakan, BTN melayani pengajuan KPR subsidi baik untuk pekerja dengan pendapatan tetap atau tidak tetap.

Syaratnya, masyarakat yang mau mengajukan KPR subsidi memenuhi ketentuan yang berlaku antara lain maksimal pendapatan Rp 4 juta per bulan.

"Jadi nanti akan dilihat untuk angsuran, pendapatnya mencukupi tidak. Kalau misalnya hanya Rp 2 juta kan tidak mencukupi untuk mengangsur rumah subsidi," kata Maryono.

Rumah murah Citayam, Depok.
Rumah murah Citayam, Depok. (Erwin Shuez)

Meski demikian, imbuh dia, pekerja informal ini masih bisa mengakses perumahan dengan program lain yang disediakan BTN yaitu KPR Mikro.

Dengan program ini, masyarakat bisa mendapat kucuran dana pembangunan rumah sampai Rp 75 juta. (Kompas.com/Arimbi Ramadhiani)

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved