Kapolda Kaltim Minta Masyarakat Waspada terhadap 'Hantu' Komunis

Bagian 'hantu' yang terus bergentayangan, ideologi komunis, termasuk Partai Komunis Indonesia (PKI) masih bergentayangan.

Kapolda Kaltim Minta Masyarakat Waspada terhadap 'Hantu' Komunis
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin 

TRIBUNKALTIM.CO - BALIKPAPAN - Bagian 'hantu' yang terus bergentayangan, ideologi komunis, termasuk Partai Komunis Indonesia (PKI) masih bergentayangan. Pro dan kontra kebenaran kemunculan kembali ideologi sosialis tersebut seolah tak berujung, seperti bola yang terus menggelinding, semakin hangat diperbincangkan apalagi menjelang akhir-akhir bulan September.

Kapolda Kaltim Irjen Pol Safaruddin saat ditemui Tribun di Mapolda Kaltim, Kamis (28/9) lalu mengungkapkan, kebangkitan komunisme dan PKI sebagai bahaya laten harus selalu diwaspadai oleh seluruh komponen masyarakat.

Ketika ditanya spesifik soal perkembangan ideologi dan paham komunisme, khususnya di Kaltim Safaruddin menyebut saat ini belum ada indikasi yang mengarah kesana, namun ia meminta masyarakat tetap waspada.

Baca: Cinta dengan Batik, Dosen Unmul Ini Koleksi 2.000 Lembar Batik

"Di sini (Kaltim) belum saya lihat ada mengarah ke gejala potensi PKI, namun demikian tetap harus waspada," ujar Irjen Pol Safaruddin.

"Dulu pernah ada, tapi kan sampai penelitian, pemeriksaan, dan investigasi kita, tidak ada indikasi kesana," tambahnya saat ditanya apakah pernah ada benih-benih komunisme di Kaltim dan perkembangan terbaru gerakan ini.

Sementara, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Sonhaji ditanya mengenai apakah masih ada indikasi, benih dan keberadaan faham komunisme atau PKI di Kaltim, mengatakan, ancaman itu bisa muncul dimana saja dan bersifat laten.

Baca: Terbongkar! Sudah Hilangkan Nyawa, Pria Ini Juga Berbuat Gila pada Jenazah Janda di Gudang

"Yang jelas kita sebut itu laten dan bisa muncul bisa dimana saja. Termasuk di sini (Balikpapan atau Kaltim, red), kan mereka bergerak, kan ada yang dari daerah sana bergerak berusaha menghilangkan identitas, berusaha berkelit, misal di Jawa, bisa ke sini, semua wilayah disini ada," ujar Sonhaji ditemui Senin (25/9) lalu di Makodam IV Mulwarman.

Adanya indikasi kemunculan komunisme dan PKI itu, kata jenderal bintang dua itu sebenarnya sudah bisa terlihat dari berbagai peristiwa yang berkaitan dengan simbol atau aktivitas diskusi mengenai komunisme atau PKI di berbagai tempat di Indonesia.

"Kalau indikasi sudah ada, beberapa tahun terakhir, ada gambar-gambar, setiap September ada aja, indikasi selalu ada,"katanya.

Sebagai sejarah kelam, kata Mayjen Sonhaji, dewasa ini generasi muda harus mengetahui hal ini, terlebih kata dia, sejak reformasi 1998 film G30S/PKI sudah tidak dipertontonkan lagi secara umum.

Baca: VIDEO – Inilah Detik-detik Anggota KPK Keluar dari Kediaman Abun Bawa 7 Koper

Dengan menonton film ini kata dia, bisa menjadi salah satu upaya membendung faham komunisme di masyarakat. Terlepas dari pro dan kontra di masyarkat.

"Pemutaran film G30S/PKI ini perintah Panglima, bahwa itu sejarah iya. Kemudian kalau masalah ada pro dan kontra, kalau dengan memutar sejarah ada yang pro dan kontra bisa kita melihat, siapa yang pro dan kontra, masyarakat bisa menilai siapa yang pro dan kontra," tutur Sonhaji. (*)

Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved