Dugaan Uang Gratifikasi Rp 6 Miliar ke Bupati Rita, Dijawab Abun Itu Uang Jual Beli Emas

HERI Susanto Gun alias Abun akhirnya buka suara terkait penetapan dirinya sebagai tersangka KPK dalam dugaan gratifikasi perizinan perkebunan sawit

Dugaan Uang Gratifikasi Rp 6 Miliar ke Bupati Rita, Dijawab Abun Itu Uang Jual Beli Emas
Kolase/TribunKaltim.co
Khairudin, Rita Widyasari, dan Hery Susanto alias Abun 

TRIBUNKALTIM.CO - HERI Susanto Gun alias Abun akhirnya buka suara terkait penetapan dirinya sebagai tersangka KPK dalam dugaan gratifikasi perizinan perkebunan sawit PT Sawit Golden Prima. Ditemui di Pengadilam Tipikor Samarinda, Selasa (3/10), Abun menyatakan, bahwa pemberian uang kepada Bupati Kukar Rita Widyasari bukanlah gratifikasi, melainkan murni jual beli emas.

"Saya hanya bisa jelaskan, bahwa itu hanya jual beli emas. Hal ini juga sebenarnya, sudah pernah diperiksa KPK, yang saat itu pimpinan KPK sebelumnya. Semua saksi juga sudah diperiksa. Jadi, saya minta kalau bisa, keadilan yang Maha Kuasa, bagaimana terjadinya, kami terima sajalah," ujar Abun.

Baca: Parfum Walet Buatan Warga Kukar Ini Tembus Pasar Malaysia dan Vietnam

Ia pun mengiyakan bahwa total uang Rp 6 miliar tersebut, seluruhnya untuk transaksi jual beli emas yang dilakukan Rita kepadanya.

"Iya. Itu (uang Rp 6 miliar) adalah jual beli emas. Tak ada hubungannya (dengan PT SGP). Makanya, hal ini juga sudah saya jelaskan ke pimpinan KPK lama. Hasil pemeriksaannya juga masih ada. Saat itu ada pemeriksaan dari Dinas Perkebunan hingga Dinas Pertanahan. Saya tak pernah ikut campur dalam kepengurusan itu. Semuanya sudah jelas," katanya.

Baca: Ada KPK di Kaltim, Para Kandidat Cagub Ketar-ketir

Perihal operasional PT SGP, perusahaan yang diduga KPK terindikasi gratifikasi disebut Abun, sudah lama tak menghasilkan untung.

"PT SGP itu perusahaan merugi. Tak bisa diapa-apakan. Masih menunggu izin, dari awal hingga sekarang. Izinnya sama sekali belum selesai," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sumber Tribun di lingkaran dekat Abun menjelaskan bahwa jual beli emas ini didasarkan adanya utang piutang antara Abun dan Rita Widyasari pada 2010 lalu. Saat itu, Rita menjaminkan emas sekitar 15 Kg kepada Abun. Di kemudian hari, karena dianggap untung, Abun kemudian membeli emas dari Rita tersebut.

Baca: Bagaimana Suasana Hati Anda Hari Ini, Bahagia atau Depresi?

Jika dikalkulasi, emas 15 Kg ini nilainya lebih besar daripada dugaan KPK, dimana menyebut bahwa dugaan gratifikasi sebesar Rp 6 miliar. Hal inipun menimbulkan pertanyaan, karena proses jual beli tersebut, dilakukan legal, dan dilakukan secara transfer antar bank.

"Kalau gratifikasi, masa lewat transfer. Masalah ini juga 3 tahun lalu pernah ditanya KPK," ujar sumber tersebut. (*)

Tags
Abun
Penulis: Anjas Pratama
Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved