Minggu, 12 April 2026

84 Persen Kantin Sekolah Belum Penuhi Syarat Kesehatan

Berdasarkan data terakhir BPPOM di tahun 2012 tentang Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), masih ada 24 persen jajanan yang tidak memenuhi syarat

istimewa
Workshop Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia 

TRIBUNKALTIM.CO -  Bertempat di aula pertemuan Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD), Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Cabang kota Balikpapan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan kota Balikpapan menggelar workshop bertajuk “Optimalisasi peran dan fungsi kantin sehat dalam rangka mendukung Balikpapan sehat” yang diikuti perwakilan puskesmas dan sekolah se – kota Balikpapan, Sabtu (7/10/2017).

Acara workshop ini dihadiri dan dibuka oleh Walikota Balikpapan yang diwakili oleh drg. Dyah Muryani,M.Kes, staf ahli bidang kesejahteraan sosial dan kesehatan.

Baca: Panglima TNI Sebut Sekarang Presidennya Bingung, Ini Penyebabnya

Dalam sambutannya, Walikota Balikpapan menyampaikan apresiasi atas kontribusi positif melalu kegiatan workshop kantin sehat yang dilaksanakan oleh PERSAKMI kota Balikpapan.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah mulai meningkatkan kualitas melalui pendidikan pembinaan kesehatan dan pendidikan pelestarian lingkungan hidup melalui warga sekolah.

Sekolah sebagai institusi pendidikan berperan penting dalam usaha promosi kesehatan, hal ini karena sebagian besar anak usia sekolah menghabiskan 4-8 jam sehari berada di lingkungan sekolah.

Baca: Model Cantik Ini Tuai Kritikan Tajam Karena Bentuk Kakinya, Kok Bisa?

Hasil penelitian tentang sekolah sehat yang dilakukan oleh Pusat Pengembangan Kualitas Jasmani Depdiknas tahun 2007 pada 640 SD di provinsi yang diteliti, sebanyak 40% belum memiliki kantin.

Sementara dari yang memiliki kantin (60%) sebanyak 84,3% kantinnya belum memenuhi syarat kesehatan. Selain itu Berdasarkan data terakhir BPPOM di tahun 2012 tentang Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS), masih ada 24 persen jajanan yang tidak memenuhi syarat, hampir seperempat dari seluruh jajanan anak sekolah masih belum memenuhi syarat. sehingga dapat menimbulkan dampak yang tidak baik bagi gizi dan kesehatan anak.

Baca: Waduh, Nagita Ketahuan Jalan Bareng Berondong Ganteng, Gimana Perasaan Raffi?

Olehnya itu, Perhimpunan Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) Cabang Kota Balikpapan sebagai organisasi berbasis keilmuan, dengan filosofi dasar menjaga dan merawat ilmu kesehatan masyarakat untuk memberikan manfaat yang sebesar besarnya bagi rakyat Indonesia mengambil peran dalam mengedukasi masyarakat dalam upaya mewujudkan kantin sehat yang menyiapkan makanan yang beragam, bergizi, seimbang dan Aman (B2SA) serta memenuhi syarat laik sehat dengan menggelar workshop hari ini, ujar Andi Surayya,SKM,M.Kes ketua PERSAKMI Balikpapan.

Baca: Rita Sempat Kaget Langsung Ditahan Usai Pemeriksaan Perdana

Workshop hari ini juga merupakan rangkaian kegiatan PERSAKMI dalam peringatan hari kesehatan nasional November 2017 mendatang dan kedepannya, eksistensi Persakmi cabang kota Balikpapan akan senantiasa bersynergi dengan semua stake holder yang ada termasuk organisasi profesi kesehatan lainnya dalam melakukan program/kegiatan yang berkontribusi positif bagi pembangunan khususnya pembangunan kesehatan Kota Balikpapan kota yang sama kita cintai dan banggakan. (pr/*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved