Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Poltekba Kembangkan Desa Binaan Buah Naga

Program studi Tata Boga jurusan Perhotelan Poltekba memberikan pelatihan pembuatan produk pangan berbahan dasar buah naga kepada 20 ibu-ibu

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Poltekba Kembangkan Desa Binaan Buah Naga
HO
Poltekba memberikan pelatihan pengolahan buah naga kepada masyarakat di Karang Joang. 

TRIBUNKALTIM.CO - BALIKPAPAN – Program studi Tata Boga jurusan Perhotelan Politeknik Negeri Balikpapan memberikan pelatihan pembuatan produk pangan berbahan dasar buah naga kepada 20 ibu-ibu RT 19 Km 12, Karang Joang, Balikpapan Utara.

Kegiatan yang dilaksanakan di Lab Kitchen Tata Boga Poltekba, Sabtu (7/10) ini merupakan kegiatan lanjutan dari tahun sebelumnya. Mereka dibekali cara mengelolah buah naga menjadi produk bernilai tinggi sehingga dapat dijual secara langsung kepada konsumen.

Ketua pelaksana kegiatan Ria Setyawati mengatakan, dipilihanya kembali RT 19 karena setelah diberikan pelatihan dan pendampingan selama setahun terus mengalamim perkembangan. Bahkan mereka mampu memproduksi makanan berbahan dasar buah naga untuk jual ke masyarakat. Distribusi hasil produknya telah dipasarkan di sejumlah kawasan di Balikpapan.

Baca: Rita Widyasari Tersangka - Farid Wadjdy Siapkan Opsi Maju dan Mundur Sebagai Bakal Cawagub Kaltim

“Ini sangat baik. Mereka secara konsisten memproduksi berbagai macam cemilan berbahan buah naga. Pelatihan kali ini dikembangkan ke produk lainnya,”ujarnya

Ria menjelaskan pengabdian kepada masyarakat merupakan kewajiban perguruan tinggi agar mampu mengembangkan dan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuannya memajukan atau meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hasil pelatihan yang diberikan kepada masyarakat khususnya di RT 19 Karang Joang merupakan hasil penelitian.

“Jadi ini implementasi dari hasil penelitian yang kemudian dikembangkan dan diterapkan kepada masyarakat. Apalagi di RT 12 memiliki produksi buah yang cukup besar,” kata Ria.

Baca: LIVE STREAMING Persib Bandung Vs Barito Putera Mulai Pukul 18.30 WIB, Ayo Tonton di Sini!

Lanjut ia mengungkapkan Balikpapan memiliki potensi hasil pertanian dan perkebunan yang dapat diolah menjadi produk pangan. Hasil ini pun dapat dijadikan sebagai oleh oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke Balikpapan. Karena hingga saat ini Balikpapan belum memiliki icon makanan.

“Ada buah lay, salak, dan papaya mini. Semua ini potensi besar dikembangkan menjadi produk olahan. Hanya memang diperlukan kolaborasi dengan pihak lain, apakah itu pemerintah dan pihak swasta,”ujarnya

Ria yang juga Ketua Prodi Tata Boga berharap kawasan RT 19 dapat menjadi contoh sukses kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh perguruan tinggi. (*)

Editor: Sumarsono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved