Hidup Sehat dengan Produk Nabati

Galakkan Pola Hidup Sehat, Kementerian Kesehatan Kerjasama dengan IVS

Ini merupakan gerakan preventif atau pencegahan berbagai penyakit berbahaya seperti jantung, stroke, diabetes, kanker, obesitas, dan semacamnya.

Galakkan Pola Hidup Sehat, Kementerian Kesehatan Kerjasama dengan IVS
tribun kaltim
DR Drs Susianto Tseng MKM, Ketua Yayasan Tempe Internasional 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Populasi masyarakat bergaya hidup sehat dengan mengonsumsi produk makanan berbasis nabati di Indonesia bertumbuh pesat. Hingga kini tercatat hampir 100 ribu anggota vegetarian.

"Namun banyak praktisi vegetarian yang enggan jadi anggota Indonesia Vegetarian Society (IVS), karena tidak semua orang suka berorganisasi. Berdasarkan hasil survei kami, terlihat peningkatan jumlah anggota sangat pesat dalam 10 tahun terakhir. Sekarang hampir 100 ribu anggota (tercatat) dari semula hanya 5.000 anggota," ungkap Sekjen Indonesia Vegetarian Society (IVS) & Vegan Society of Indonesia (VSI), DR Drs Susianto Tseng MKM kepada Tribunkaltim.co di Samarinda.

Indikator lainnya yang menunjukkan pesatnya pertumbuhan IVS, yakni pada 1998 ketika IVS mulai berdiri, di Indonesia hanya ada 50-an rumah makan vegetarian. Sekarang terdapat lebih 1.000 rumah makan vegetarian. IVS pun kini memiliki 62 cabang tersebar di seluruh Indonesia.

Kontribusi IVS terhadap kualitas kesehatan masyarakat cukup tinggi. Tak heran jika Kementerian Kesehatan (Kemenkes) setuju bekerjasama dengan IVS. "Pekan lalu, kami pertemuan di Kemenkes, mereka setuju penerapan pola hidup sehat berbasis nabati karena mengurangi angka penderita penyakit degeneratif di masyarakat. Ini merupakan gerakan preventif atau pencegahan berbagai penyakit berbahaya seperti jantung, stroke, diabetes, kanker, obesitas, dan semacamnya," ujar DR Susianto yang didampingi Dharmadi Suryawan, Koordinator Indonesia Vegetarian Society (IVS) Kaltim.

Menurutnya, program kerjasama dengan Kementerian Kesehatan ini berlangsung selama tiga tahun. Pembahasannya sudah final. Nanti secara resmi kerjasama akan ditandatangani pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional 12 November 2017 oleh Menteri Kesehatan. "Isi MoU itu tentang hidup sehat melalui gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) yang mengembangkan pola makanan nabati, sayur dan buah. Murah meriah tapi sehat," tambahnya.(*)

Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved