Silakan Saja, Pimpinan KPK Santai Dilaporkan ke Bareskrim Polri Oleh Pengacara Novanto

Basaria menambahkan kalaupun benar kubu Setya Novanto akan melapor, pihaknya mempercayai Polri akan bekerja secara profesional.

Silakan Saja, Pimpinan KPK Santai Dilaporkan ke Bareskrim Polri Oleh Pengacara Novanto
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Indonesia melakukan aksi menanggapi batalnya status tersangka Setya Novanto di area Car Free Day, Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (1/10/2017). Aksi yang bertajuk 'Indonesia Berkabung' tersebut menggugat keputusan hakim tunggal praperadilan PN Jakarta Selatan Cepi Iskandar yang membatalkan status tersangka Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP serta mendukung KPK untuk mengeluarkan sprindik baru untuk Setya Novanto. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi berencana melaporkan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Bareskrim Polri apabila tetap menerbitkan sprindik baru untuk kembali menetapkan Setya Novanto (SN) sebagai tersangka.

Dikonfirmasi ke Wakil Pimpinan KPK, Basaria Panjaitan, menurutnya soal lapor melapor adalah hak dari pihak Setya Novanto karena memang setiap orang berhak untuk melapor.

"Tidak papa itu (melapor) hak dia," terang Basaria, Selasa (10/10/2017).

Basaria menambahkan kalaupun benar kubu Setya Novanto akan melapor, pihaknya mempercayai Polri akan bekerja secara profesional.

"‎Silahkan dilaporkan, saya kira polisi profesional dalam penyididikan, mana tindak pidana dan mana yang bukan. Tapi memang setiap orang boleh melapor ke polisi," tambahnya.

Senada dengan Basaria, Juru Bicara KPK Febri Diansyah juga tidak ambil pusing. Menurut Febri, KPK akan tetap mengusut kasus korupsi yang merugikan negara tersebut.

"‎Silahkan saja, pihak-pihak lain berkomentar atau melakukan tindakan (melapor), yang pasti KPK akan melakukan upaya dan tindakan dalam penangnan kasus e-KTP ini yang sesuai aturan hukum yang berlaku," ungkap Febri.

Febri melanjutkan hingga kini, penyidik KPK masih mendalami lebih lanjut beberapa point yang ada di proses praperadilan.

Terutama soal pertimbangan hakim yang mengatakan bukti yang pernah digunakan untuk kasus Irman dan Sugiharto tidak bisa digunakan lagi untuk penyidikan Setya Novanto.

‎Disinggung soal kapan KPK akan segera mengeluarkan sprindik baru, Febri enggan menjawab rinci karena saat ini penyidik masih terus menganalisis putusan praperadilan.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved