Rusmayati Kaget Menyangka Sampah Ternyata Bayi Perempuan, Kisahnya Memilukan . . .

Ibu beranak 3 tersebut mengintip dari balik jendela, di depan pagar rumahnya, tepatnya di tangga pintu masuk, terdapat kardus berukuran besar.

TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD FACHRI RAMADHANI
Rusmayati (53) tampak bahagia di samping bayi perempuan berusia 1,5 bulan. Bayi tersebut ditemukan olehnya pada Senin (16/10/2017) persis di depan pagar rumahnya terbungkus dalam kardus. 

Tragis, Dua Ekor Gajah Sumatera Mati Kesetrum Kawat Listrik, Kondisinya Memprihatinkan

2 Insiden Ini Warnai Pelantikan Anies-Sandi Sebagai Pemimpin Baru Jakarta

Pikirannya mungkin Tuhan memberikan ia tanggungjawab membesarkan anak tersebut, dengan ditaruhnya bayi yang umurnya belum genap 2 bulan tersebut persis di depan rumahnya.

"Saya izin sama bapak, ia pun menyetujui. Lebih-lebih anak saya. Makanya waktu polisi datang sudah saya sampaikan niatan itu. Sampai KTP sama KK saya diminta polisi," bebernya.

Namun saat itu polisi tetap membawa bayi tersebut ke Rumah Sakit terdekat untuk dilakukan pemeriksaan medis. 

Hampir 3 jam menunggu kabar, beberapa petugas non seragam mendatangi rumahnya. Kemudian mengabarkan bahwa bayi tersebut bisa langsung diambil, apabila keinginan keluarga untuk mengadopsi jadi dilakukan. 

Saat ditanya bagaimana perasaannya, Rusmayati pun bingung menggambarkannya, yang ia tahu saat itu, ia sangat bahagia. Bersama suaminya ia menjemput bayi tersebut didampingi petugas polisi.

Sekitar pukul 12 malam, barulah bayi tersebut kembal ke rumahnya. Kali itu bukan di dalam kardus, melainkan di ruang tengah dengan kasur bayi dan selimut hangat. Bayi tersebut sementara ditaruh di ruang tengah. 

"Saya dikasih tahu dokter, bahwa bayi ini perempuan. Umurnya kisaran 1,5 bulan. Tenang sekali dia, gak ribut," tuturnya.

Saking bahagianya, Rusmayati mengaku belum menutup matanya sejak ia temukan bayi tersebut di dalam kardus. Bersama anaknya ia pandangi sepanjang malam. 

"Jelang subuh si Ade (bayi) nangis pertama kali. Ternyata dia BAB, saya ganti pampersnya. Terus saya bawa dia jualan bersama suami saya. Di mobil dia anteng saja," kata perempuan yang membuka usaha kuliner di Jalan Jenderal Sudirman tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, para tetangga yang penasaran sedari pagi hingga sore berkunjung tiada henti ke rumah. Bahkan di antara mereka ada yang iri mengapa bayi tersebut tak ditaruh di depan rumahnya. 

Saat disinggung nama, ia bersama keluarga pun belum memutuskannya. Bayi tersebut hingga kini belum memiliki nama. Rusmayati dan keluarga memanggilnya dengan sebutan 'Ade'. 

"Ada kepikiran kasih nama Rizki karena saya anggap ia rezeki, tapi kata orang itu nama cowo. Jadi diganti Resti. Lalu karena ini oktober, nama oktaviani ada yang saranin. Yang ada dipikiran sih, Resti Putri Oktaviani. Tapi masih belum diputuskan keluarga," ungkapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved