Bikin Penasaran, Laode Tunjukkan Map Tebal Berisi Laporan Dugaan Korupsi di Kaltim

Laode mengungkapkan, pelaporan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang berasal dari kawasan Kalimantan jumlahnya mencapai ratusan.

Bikin Penasaran, Laode Tunjukkan Map Tebal Berisi Laporan Dugaan Korupsi di Kaltim
TRIBUNKALTIM/BUDI SUSILO
SEMINAR - Laode Muhammad Syarif, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) usai mengisi seminar Transparansi dan akuntabilitas dalam Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batubara di Hotel Tjokro Kota Balikpapan, Rabu (18/11). 

BALIKPAPAN, TRIBUN - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode Muhammad Syarif, mengungkapkan, pelaporan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang berasal dari kawasan Kalimantan jumlahnya mencapai ratusan. Pelaporan ini disodorkan dari berbagai pihak, dari elemen masyarakat.

Saat ditanya Tribun, pelaporan khusus di Kalimantan Timur (Kaltim), Laode menjelaskan, pelaporan dugaan tindak pidana korupsi di Kaltim tidak tahu secara persis angka jumlahnya.

Namun dirinya memperkirakan, pelaporan dugaan korupsi yang terjadi di Kaltim datanya mencapai sekitar kurang lebih 30 laporan. Jumlah laporan ini baru masuk ke KPK, belum diproses ke tahapan berikutnya. "Baru laporan yang masuk saja," katanya, saat menghadiri seminar Transparansi dan Akuntabilitas dalam Pengelolaan Pertambangan Mineral dan Batubara di Hotel Tjokro Kota Balikpapan, Rabu (18/10).

Baca: Wakil Ketua KPK dalam Seminar Singgung Bukit Soeharto di Kaltim,Ada Apa?

Baca: KPK Jadi Contoh Negara Lain hingga Penghargaan dari PBB, Tapi Ini Yang Membuat La Ode Masih Prihatin

Menurut dia, laporan yang masuk belum bisa dipastikan tentang kebenarannya, pelaporan yang masuk ke KPK bukan bisa ditetapkan sebagai kasus korupsi yang sesungguhnya. Semua laporan akan diverifikasi untuk membuktikan benar atau tidaknya aroma korupsi.

Seandainya ada temuan fakta tindakan korpusi tentu saja akan diambil langkah-langkah selanjutnya. Kata Laode, bermacam-macam laporan yang disampaikan ke KPK, yang tidak bisa disebutkan satu-persatu.

"Ada yang melapor tidak bayar izin royalti. Ada yang lapor soal izin yang bermasalah. Pokoknya ada banyak," ujar pria kelahiran Desa Lemoambo, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara ini.

Sebelum itu, di dalam ballroom Hotel Tjokro, Laode berkesempatan menjadi pembicara dalam seminar tersebut. Ketika berada di depan ratusan orang peserta seminar, Laode menunjukkan sebuah map merah yang dibawanya sejak sebelum naik ke panggung presentasi.

"Ini saya punya map, lumayan tebal. Dari Kalimantan Timur saja ini," ujarnya membuat rasa penasaran ke para peserta seminar yang berasal dari berbagai kalangan seperti pengusaha, pemerintah, dan mahasiswa.

Laode menganalogikan, seandainya semua laporan sebanyak 10 persen dianggap benar, fakta adanya dugaan tindakan korupsi, maka di Kalimantan terdapat ratusan kasus.

"Saya yakin ada. Siapa yang terlibat. Siapa yang melakukan, ya mungkin tidak bisa (dipublikasikan)," ungkapnya.

Laode menjelaskan lagi, siapa sosok yang akan terseret dalam kasus korupsi di Kaltim, tentu saja yang mungkin bakal terjadi akan menjaring pengusaha dan politisi.

"Kalau ada pengusaha, politisi yang terlibat, iya. Lihat saja jembatan panjang di Kutai Kartanegara belum lama diresmikan rubuh," tutur pria yang pernah menimba ilmu di Queensland University of Technology, Brisbane ini.  (ilo)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved