Breaking News:

AS Buka Arsip Rahasia Dalang Penggulingan Soekarno dan G30S, Begini Komentar Panglima TNI

Yang dibuka 39 dokumen setebal 30.000 halaman yang merupakan catatan Kedutaan Besar Amerika untuk Indonesia sejak 1964 hingga 1968

Editor: Achmad Bintoro
BBC Indonesia
Sejumlah dokumen kabel diplomatik Amerika soal tragedi 1965 kembali dibuka ke publik oleh tiga lembaga Amerika, itu menguak sejumlah surat dari dan ke Amerika Serikat terkait pembunuhan massal pasca 1965. 

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo enggan berkomentar soal dokumen peristiwa 1965 setelah pemberontakan PKI yang memaparkan keterlibatan TNI, khususnya Angkatan Darat.

Dokumen tersebut berupa kabel diplomatik Amerika Serikat yang berasal dari National Security Archive (NSA), National Declassification Center (NDC), dan lembaga negara National Archives and Records Administration (NARA).

"Ya, nanti saya baca dulu, saya belum baca ya. Saya belum baca masa disuruh komentar, gimana sih, baca dulu dong saya," ujar Gatot, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/10/2017) malam.

Ia mengatakan, setiap negara tentu memiliki kebijakan untuk mendeklasifikasi setiap dokumen rahasia dalam jangka waktu tertentu.

"Aturan negara beda-beda. Ada dokumen, rahasia, dikeluarkan. Tapi kan saya belum tahu ya. Belum tahu saya, tanya sama Badan Intelijen Negara," lanjut Gatot.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo seusai memberikan materi pada acara Rapimnas Partsmai Hanura di Kuta, Bali, Jumat (4/8/2017).
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo seusai memberikan materi pada acara Rapimnas Partsmai Hanura di Kuta, Bali, Jumat (4/8/2017). (KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)

Dilansir dari BBC Indonesia, sejumlah dokumen kabel diplomatik Amerika soal tragedi 1965 kembali dibuka ke publik oleh tiga lembaga Amerika.

Dokumen itu menguak sejumlah surat dari dan ke Amerika Serikat terkait pembunuhan massal pasca-1965.

Dokumen yang dibuka adalah 39 dokumen setebal 30.000 halaman yang merupakan catatan Kedutaan Besar Amerika untuk Indonesia sejak 1964 hingga 1968. Isinya antara lain seputar ketegangan antara militer dengan PKI, termasuk efek selanjutnya berupa pembantaian massal.

Data dan fakta ini dinilai menguak sebagian tabir yang selama ini masih tertutup rapat dalam sejarah Indonesia.

Selama ini, negara, terutama Tentara Nasional Indonesia, mengelak untuk membicarakan atau mengkaji ulang sejarah kelam tragedi 1965.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved