Gantikan Awang Long, Yonif Manuntung Harus Persempit Jalur Strategis

Peralihan penugasan ini ditandai dengan upacara serah terima panji penugasan yang berlangsung Jumat (20/10/2017) di Mako Satgas Pamtas.

Gantikan Awang Long, Yonif Manuntung Harus Persempit Jalur Strategis
TRIBUN KALTIM/NIKO RURU
Kasrem 091/Aji Surya Natakusuma, Kolonel Inf Frenky Edwar Riupassa. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Batalyon Infanteri  621/Manuntung Barabai, Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan resmi menggantikan Batalyon Infanteri 611/Awang Long Samarinda, Kalimantan Timur bertugas sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia- Malaysia di Kabupaten Nunukan.

Peralihan penugasan ini ditandai dengan upacara serah terima panji penugasan yang berlangsung Jumat (20/10/2017) di Mako Satgas Pamtas RI- Malaysia.

Kasrem 091/Aji Surya Natakusuma, Kolonel Inf Frenky Edwar Riupassa yang memimpin upacara pisah sambut itu mengatakan, Batalyon Infanteri  621/ Manuntung  mendapat instruksi untuk mempersempit jalur-jalur  yang strategis, tempat masuknya penyelundup ataupun pelarian teroris Maute, Filipina.

Baca: Kelompok Pro-Kemerdekaan Catalonia, Serukan Penarikan Uang Dari Lima Bank Besar Spanyol

"Selain yang sudah lazim dilaksanakan, pelarian sebagian pasukan Marawi juga menjadi perintah khusus," katanya.

Wakil Komandan Kolaksops Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Malaysia inipun menegaskan, pasukan ini bertugas mengamankan, mengecek, melakukan survei jalur rawan, rute masuk lintas batas untuk mengantisipasi penyelundupan dan tindak penerobosan wilayah RI.

Sejak peralihan tugas ini, Batalyon Infanteri  621/Manuntung akan menjaga 19 pos perbatasan sepanjang 451 kilometer di Kalimantan Utara.

"Sejauh ini hasil evaluasi Yonif 611/AWL, terdapat beberapa patok rusak, terbenam, dan beberapa hilang," ujarnya.

Baca: Punya Botol Bekas? Yuk, Sulap Kipas Angin di Rumah Jadi AC

Baca: Mobil Putri Miliuner Ukraina Tabrak Kerumunan Pejalan Kaki dan Enam Orang Tewas

Faktor alam menjadi penyebab hilangnya patok yang telah teridentifikasi dan segera ditindak lanjuti dengan perbaikan.

Dia mengingatkan, pergeseran pasukan harus mempertahankan hubungan dengan masyarakat yang telah terbina.

Menurutnya,  wajib ada kontribusi positif yang terus digenjot dari aspek pendidikan, kesehatan serta ekonomi. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap TNI semakin meningkatkan citra prajurit penjaga perbatasan. (*)

Penulis: Niko Ruru
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved