Minggu, 10 Mei 2026

Yang Unik dari Biawak tanpa Telinga, Bisa Mendengar Suara di Sekelilingnya

SECARA fisik Lanthanotus borneensis memang tidak memiliki telinga, namun dilihat secara telinga eksternal.

Tayang:
Penulis: Budi Susilo | Editor: Sumarsono
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO
Sejumlah bocah melihat biawak liar sepanjang 2 meter yang ditangkap warga Griya Tepian Lestari, Sungai Kunjang Samarinda 

TRIBUNKALTIM.CO - SECARA fisik Lanthanotus borneensis memang tidak memiliki telinga, namun dilihat secara telinga eksternal. Sebenarnya, bukan berarti dinamakan tidak ada telinga lalu Lanthanotus borneensis tidak bisa mendengar. Pastinya Lanthanotus borneensis mampu mendengar suara di alam sekelilingnya.

Karena tidak ada telinga eksternal, maka Lanthanotus borneensis disebut biawak Kalimantan yang tidak memiliki telinga. Menurut Hery, semua biawak rata-rata memang tidak ada telinga, dalam arti tidak memiliki daun telinga.

"Reptil yang tidak memiliki daun telinga biasanya berkembangbiaknya itu bertelur. Binatang yang ada daun telinganya biasanya beranak, tidak bertelur," ujar pria yang aktif sebagai pegiat Borneo Wildlife Education and Conservation Kaltim ini.

Baca: Biawak tanpa Telinga Penghuni Kalimantan, Tubuh Bergerigi Bisa Terobos Bebatuan

Reptil ini masuk kategori satwa yang unik, yang kadang sudah tidak ada lagi pada ciri binatang zaman sekarang. Karena dianggap spesial, Lanthanotus borneensis bisa diakatakan sebagai binantang living fossil, yakni hewan yang kategorinya dinilai masih ada dikala hewan-hewan lain yang seangkatannya sudah banyak yang punah.

Laporan dari Mongabay, terungkap, sejak 1877 hingga 1961, hanya 12 spesimen yang telah ditemukan dan hanya sekitar 100 dari kadal ini yang pernah dikumpulkan. Sebagian besar informasi yang dipublikasikan tentang Lanthanotus borneensis hanya berdasarkan laporan observasi perilaku spesimen tunggal yang disimpan di penangkaran, dan sedikit saja yang diketahui tentang perilakunya di habitat aslinya.

Pastinya, kata dia, bagi masyarakat yang menemukan biawak yang berciri aneh, warna coklat dengan tubuh bergerigi serta panjangnya sekitar 45 sampai 55 centimeter berarti itulah biawak yang disebut Lanthanotus borneensis.

Baca: Di Hadapan Walikota dan Kapolres, Driver Motor Online Nyatakan Siap Jaga Kondusifitas Balikpapan

Dan satu lagi, saat menemukan tidak perlu untuk membunuhnya, apalagi untuk diburu, ditangkap hidup atau mati demi tujuan untuk mengkoleksi dan memperjualbelikan di perdagangan satwa liar. Langkah yang terbaik, lestarikan Lanthanotus borneensis, dibiarkan tetap hidup, dibebaskan hidup liar.

Atau kalau ingin menangkapnya harus ada alasan jelas untuk penelitian yang berguna bagi dunia pendidikan. "Tangkap baik-baik lalu bisa saja diserahkan ke Badan Konservasi Alam, nanti akan bisa jadi penelitian, atau nanti dilepasliarkan lagi ke tempat yang aman dari perburuan," tuturnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved