Tingkatkan Kerjasama dengan Media, KPPU Sambangi Tribun Kaltim

Dalam rangka meningkatkan kerjasama dengan awak media, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyambangi Tribun Kaltim

Tingkatkan Kerjasama dengan Media, KPPU Sambangi Tribun Kaltim
Tribun Kaltim/Ayuk Fitri
R. Kurnia Syaranie, Wakil Ketua KPPU dan Akhmad Muhari Kepala Kantor Perwakilan Daerah Balikpapan bertandang ke kantor Tribun Kaltim, Senin (23/10). 

TRIBUNKALTIM.CO - Dalam rangka meningkatkan kerjasama dengan awak media, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyambangi kantor Tribun Kaltim, Senin (23/10/2017).

Dalam pertemuan tersebut disambut hangat oleh Priyo Swarno selaku Editor Senior, Tribun Kaltim.

Pada kunjungan tersebut R. Kurnia Syaranie, Wakil Ketua KPPU Pusat mengungkapkan bahwa peran media begitu penting dalam membantu kinerja lembaga independen yang telah berusia 17 tahun ini.

Baca: Hubungan Kemitraan Antar Pelaku Usaha, KPPU Siapkan Aturannya

"Media itu ibarat menjadi sahabat kami yang membantu dalam membagikan segala informasi sekaligus menyebarluaskannya ke masyarakat. Terlebih lagi staff kami yang jumlahnya terbatas, tentu saja medialah yang menjadi teman kita," ujar Kurnia.

Menurut keterangan dari Akhmad Muhari Kepala Kantor Perwakilan Daerah Balikpapan, jumlah staff yang ada di bawah naungan KPPU Balikpapan yakni sebanyak 14 staff yang wilayah kerjanya mencakup provinsi Kaltim, Kaltara, Kalsel, Kalteng dan Kalbar.

Selain itu pada pertemuan tersebut, KPPU juga mengaku telah menangani kasus penyimpangan pembangunan fasilitas di Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Kaltim.

Baca: Sosialisasi KPPU, Masalah Kebun Plasma Perusahaan Sawit Jadi Sorotan

Para pelaku yang berada di balik kasus proyek SKOI telah dinyatakan menyimpang dan dikenai denda sebesar Rp 25 miliar.

Selain itu sepanjang tahun 2017 ini, Komisi Pengawas Persaingan Usaha Perwakilan Balikpapan telah menangani 3 kasus.

Tiga kasus tersebut diantaranya yaitu dugaan penyimpangan pembangunan SKOI Kaltim dan pengadaan alat kesehatan di Rumah Sakit Abdul Wahab Syahrine.

Baca: KPPU Dalami Dugaan Praktik Kartel Komoditas Cabai

Menurut penjelasan Ahmad, kasus tersebut terindikasi terjadi penyimpangan saat proses lelang yang berdasarkan laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Kasus tersebut terungkap berdasarkan hasil laporan dari BPK yang menemui adanya persengkongkolan," kata Ahmad. (TribunKaltim.co/Kay)

Penulis: Ayuk Fitri
Editor: Ayuk Fitri
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved