Karier

Kerja di Kedai Kopi Bikin Kita Lebih Kreatif?

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa yang membuat kita terganggu bukanlah suara, tapi siapa yang membuat suara tersebut.

Kerja di Kedai Kopi Bikin Kita Lebih Kreatif?
monkeybusinessimages
Ilustrasi bekerja di kafe 

TRIBUNKALTIM.CO -- Bekerja dari kedai kopi favorit bisa jadi lebih profuktif dibanding bekerja dari kantor.

Sebab, menurut laporan The Harvard Business Review, lingkungan ideal yang bisa membangkitkan kreativitas justru didapat bila ada sedikit suara-suara dari orang-orang yang tidak dikenal.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa yang membuat kita terganggu bukanlah suara, tapi siapa yang membuat suara tersebut.

Tak heran bila di lingkungan kantor, seseorang cenderung tak bisa menahan diri untuk tidak terlibat dalam percakapan atau sekedar mendengar apa yang sedang dibicarakan. 

Menurut hasil dari tes electroencephalogram (EEG), yang mengukur dan mencatat aktivitas otak, peneliti menemukan bahwa interaksi antar individu, percakapan, dan gangguan lainnya dari orang-orang yang kita kenal, secara negatif akan memengaruhi proses kreatif.

Sedangkan co-working space (ruang kerja bersama), atau kedai kopi—di sisi lain, memiliki suasana bising yang sama, namun kita cenderung tidak terganggu karena tidak mengenal orang-orang lain dan lebih tidak peduli pada apa yang mereka bicarakan.

Baca: Sleeping Beauty Bukan Sekadar Mitos, Sindrom Ini juga Terjadi di Dunia Nyata

Ilustrasi bekerja di kafe
Ilustrasi bekerja di kafe(jacoblund)

Faktanya, tingkat kebisingan tertentu justru memicu kita untuk berpikir lebih kreatif, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Consumer Research.

Baca: Wah, Ini Dia Ancaman Hukuman Pembuat dan Penyebar Konten Porno

Baca: Sering Santai Bikin Pegawai Lebih Produktif Kerja, Ah Masa Sih?

Dalam riset itu, ilmuwan meneliti tingkat suara yang berbeda pada peserta saat mereka melakukan tes berpikir kreatif.

Masing-masing kelompok terpapar berbagai tingkat kebisingan, dari keheningan hingga 50 desibel (suara samar seperti bunyi AC), 70 desibel (tingkat kebisingan serupa dengan kedai kopi), dan 85 desibel (setara dengan suara knalpot sepeda motor yang bising).

Perbedaan antara sebagian besar kelompok secara statistik tidak signifikan; Namun, peserta dalam kelompok 70 desibel mempertahankan fokus yang secara signifikan mengungguli kelompok lainnya.

Baca: Kejeniusannya Membuat Stephen Hawking Justru Menjadi Ateis, Bagaimana dengan Einstein?

"Masuk ke lingkungan yang cukup ramai dapat memicu otak untuk berpikir secara abstrak dan dengan demikian menghasilkan ide kreatif," tulis penelitian itu. (Kompas.com/Kahfi Dirga Cahya)

Tags
ide
kreatif
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved