Tak Cuma Terhadap Jenderal Gatot, Amerika Juga Pernah Tahan Pesawat Jusuf Kalla, Begini Kisahnya

Pesawat yang ditumpanginya ditahan di bandara Los Angeles, AS selama satu jam saat akan menuju Lima, Peru untuk menghadiri KTT APEC

(UN Photo/Cia Pak)
Wakil Presiden Indonesia Muhammad Jusuf Kalla berbicara di muka Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa dirinya pernah mengalami perlakuan tidak menyenangkan oleh otoritas bandara di Amerika Serikat karena kesalahan administrasi pada sistem komputer.

Ketika itu, pesawat yang ditumpanginya ditahan di bandara Los Angeles, AS selama satu jam saat akan menuju Lima, Peru untuk menghadiri KTT APEC pada November 2016 lalu.

"Alasannya ada penumpang yang tidak clear. Ada staf yang terpaksa tengah malam telepon ke Washington. Ternyata (persoalan) administrasi," kata Kalla di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (26/10/2017).

"Pesawat saya, saya sendiri tertahan. Apa boleh buat. Sudah di pesawat sejam tidak bisa berangkat. Jadi komputer masuk salah, ya keluar salah," tambah Kalla.

Karenanya, kata Kalla, bukan hanya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saja yang pernah mengalami insiden tidak menyenangkan terkait dengan negeri Paman Sam tersebut.

"Ya namanya (komputer) juga buatan manusia. Jadi menurut saya, perdebatannya sudah. Ujung-ujungnya sudah minta maaf," kata Kalla.

Menurut Kalla, agar indisiden dirinya dan Panglima TNI tidak terulang lagi ke depan. AS perlu memperbaiki sistem komputerisasinya.

"Ini kan sistem, kalau salah ada alarm berbunyi. Kan pesawat ke Amerika itu sebelum berangkat seperti manifestnya harus dikirim ke Amerika, bahwa ini yang mau datang," kata dia.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dilarang masuk ke wilayah AS pada Sabtu (21/10/2017). Saat itu Panglima TNI beserta delegasi masih berada di Bandara Soekarno-Hatta dan hendak check in.

"Panglima TNI siap berangkat menggunakan maskapai penerbangan Emirates. Namun beberapa saat sebelum keberangkatan ada pemberitahuan dari maskapai penerbangan bahwa Panglima TNI beserta delegasi tidak boleh memasuki wilayah AS," kata Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Wuryanto.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved