Bisnis Perhotelan

Sri Nurhamsah, General Manager Hotel yang Sering Berpindah Kota dan Hindari Kenyamanan

Bekerja di perhotelan itu asyik. Setiap hari bertemu orang banyak, sering berpindah tugas ke kota lain, wajib kreatif, berinovasi, dan berinisiatif.

Sri Nurhamsah, General Manager Hotel yang Sering Berpindah Kota dan Hindari Kenyamanan
tribun kaltim/nevrianto hp
Sri Nurhamsah, General Manager Selyca Mulia Hotel Samarinda.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Setia berkarir dan melejit di bisnis perhotelan. Itulah yang patut disematkan pada perempuan berparas cantik ini. Namanya Sri Nurhamsah. Bermula dari Kota Surabaya, ia melanglang buana ke berbagai kota di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan sekarang dipercayakan AccorHotels ke Samarinda.

Sangat jarang Sri -begitu kalau disapa-- bertugaslama di satu hotel. Ini yang membuat karirnya cepat berkembang. "Jika pindah tugas ke hotel lain artinya ada tantangan baru yang harus dihadapi," ungkapnya memulai perbincangan dengan Tribun di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Jumat (27/10/2017) lalu.

Sri merintis karirnya di perhotelan sejak 1991 di Kota Surabaya. Passionnya di dunia perhotelan kemudian membawanya ke kota-kota lain seperti Lombok, Pekanbaru, Balikpapan, Banjarmasin, Karawang, Surabaya lagi, lalu sekarang di Samarinda dan menjabat General Manager Hotel Selyca Mulia.

"Khusus di AccorHotels, saya berkarir di Mercure Surabaya, Mercure Banjarmasin, Mercure Karawang, Bali, dan sekarang di Samarinda. Yang paling lama di Mercure Surabaya. Di AccordHotels mobilitas karyawan cukup cepat. Tidak boleh berlama-lama di suatu tempat supaya tidak jenuh," bebernya seraya menambahkan, sejak Februari 2017 lalu, ia ditugaskan AccorHotels untuk mengelola Hotel Selyca Mulia.

Perempuan kelahiran Surabaya, Maret 1972 ini memang menyukai tantangan di bisnis perhotelan. Di antaranya setiap hari bertemu dengan orang banyak yang berbeda-beda. Lebih menarik lagi, jika berpindah tugas ke kota lain berarti bertambah lagi saudara baru. Tantangan lainnya yakni harus terus berkreasi, berinovasi, dan berinisiatif. Jika tidak, pasti tertinggal. Tak pelak jika Sri yang semula fokus pada human resources (HR) memilih untuk belajar lagi tentang operasional dan engineering perhotelan.

"Berinovasi tuh seperti ini, saya kan lama di HR. Namun tidak bisa HR begitu-begitu saja. Saya perlu mengetahui tentang operasional, engineering, dan lainnya. Jadi saya tidak pernah berada di titik nyaman. Jika seseorang sudah merasa di titik nyaman, dia akan cukup sampai di situ. Sebaliknya, jika tidak pernah merasa aman di titik nyaman, akan ada sesuatu yang harus ingin diketahuinya lagi dan harus berinisiatif. Akhirnya terpacu untuk belajar lebih banyak lagi hal-hal baru. Ketika merasa nyaman, pasti akan ketinggalan," beber ibu satu putri ini.

Tidaklah mengherankan jika Sri kini menguasai bisnis perhotelan secara komprehensif. Mulai dari pembangunan fisik gedung, pengadaan barang, dan lainnya.

Bagaimana mencermati bisnis perhotelan di Kaltim khususnya di Samarinda? Sri menilai di Kaltim sekarang meningkat. "Saya mulai bertugas di Samarinda Februari 2017. Progress-nya signifikan. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya dari sisi okupansi, memang agak menurun. Namun di Hotel Selyca justru meningkat karena adanya layanan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Banyak meeting diselenggarakan di Hotel Selyca," ujarnya.

Apalagi Hotel Selyca Mulia yang memiliki 139 kamar terletak di kawasan bisnis Samarinda, berdekatan dengan dekat kantor pemerintahan dan menyediakan akses langsung ke Plaza Mulia.

Saat ini, lanjut Sri, sedang berlangsung proses penyesuaian kualitas sumber daya manusia, interior, safety security dan lainnya dengan standard AccorHotels. Ia optimistis, bisnis perhotelan di Samarinda pasti lebih pesat lagi jika Bandara Baru Samarinda (BSB) beroperasi nanti.(*)

Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved