Berita Pemkab Kutai Timur

PT KKC Jajaki Izin Refinery KIPI Maloy, Bupati Ismunandar Minta Langsung Action

Nantinya BBM ini bisa digunakannya untuk konsumsi masyarakat lokal, jika BBM ini berlebihan maka bisa menjualnya ke Pertamina

PT KKC Jajaki Izin Refinery KIPI Maloy, Bupati Ismunandar Minta Langsung Action
istimewa
Rombongan PT KKC saat presentasi terkait pembangunan Refinery di KIPI Maloy di hadapan Bupati Ismunandar 

TRIBUNKALTIM.CO - Perusahaan minyak asal Kanada yang berafiliasi di Indonesia yaitu PT Kilang Kaltim Continental (KKC) tertarik mngembangkan bisnis di lokasi strategis  Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy di Kutai Timur (Kutim).

Yakni dengan membangun refinery (pengolahan atau penyulingan) minyak dan mengurangi jumlah impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Rencana pembangunan di Pelabuhan Internasional di daerah Kecamatan Sangkulirang itu dibahas dalam dialog kerja sama di ruang Arau Kantor Bupati Kutim, Senin (30/10).

Bupati Ismunandar didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan  Rupiansyah menerima kedatangan Direktur Utama PT KKC Karsani Aulia bersama rombongan.

Karsani menjelaskan bahwa regulasi mengizinkan perusahaan swasta dibolehkan oleh pusat untuk membangun kilang minyak di daerah. Nantinya BBM ini bisa digunakannya untuk konsumsi masyarakat lokal, jika BBM ini berlebihan maka bisa menjualnya ke Pertamina menambah stok kuota produksi minyak 

 “Walaupun Pertamina tidak dalam posisi membeli dalam jumlah banyak, kami boleh mengekspor minyak, karena KIPI Maloy adalah kawasan paling strategis. Aturan ini diperbarui pada 2017 oleh pemerintah dimana yang dulu izinnya dari Kementerian ESDM kemudian dilimpahkan pada BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) satu pintu nah setelah itu dilimpahkan lagi ke pemerintah daerah,” terang Karsani. 

 Dirinya menambahkan objektif dari arahan pemerintah tentu saja mengurangi nomor satu yaitu biaya impor dan juga ongkos tracking.

Sehingga harga minyak lebih ekonomis saat membawa ke lapangan minyak. Contoh saja dari Tanjung (Kalsel) ke Balikpapan sebesar USD 12 sampai 28 juta per barel jadi hampir separo dari harga minyak dunia, ini soal ongkos transportasi jadi sangat strategis. 

 “Negara saat ini melakukan impor BBM USD 100 juta per barel sehari karena harus disediakan Pertamina untuk membayar biaya tersebut.  Setiap hari 1,3 triliun habis untuk membeli BBM dari Singapura dan Negara lain. Nah, ini bisa dikurangi refinery membantu mengurangi impor sesuai dengan cita-cita nawacita Jokowi untuk memperbanyak refinery dan mengurangi biaya impor BBM,” tegasnya. 

 Hal lain, kata Aulia, terkait fiskal intensif diberikan kemudahan dan perpajakan oleh pemerintah untuk KIPI Maloy. Lokasinya nomor tiga dekat produksi minyak dunia. Ini potensi bagus dalam membuat bio diesel jika pemerintah daerah memberikan mandat. KIPI Maloy juga menjadi lintasan strategis pelayaran internasional untuk membangun infrastruktur refinery BBM dan power plant.

 Direncanakan produksi minyak ini dilakukan bertahap, pertama yaitu USD 6.000 per barel dengan rencana investasi USD 50 Juta dalam pembuatan Diesel Topping Plant (DTP) dan Heavy Fuel Gas (HPG) digunakan untuk power plant yaitu bisa untuk refinery dan juga disalurkan untuk masyarakat di kecamatan. Seiring dengan arahan ESDM, jika PT KKC diberikan izin maka refinery diberikan kewajiban membuat tangki-tangki terminal untuk keperluan cadangan strategis pemerintah.

Karena cadangan BBM untuk masyarakat hanya bisa melayani 17-20 hari saja jadi kebetulan lebih banyak tangki lebih lama.

 Tahap kedua tambahan USD 18.000 per barel dengan investasi USD 100 juta dengan menambah kapasitas power plant melipat gandakan tangki tangki harapannnya target berjalan pada Desember 2020.

 Senada, Bupati Ismunandar mengatakan mengapresiasi rencana PT KKC dalam membangun refinery di KIPI Maloy. Segera lengkapi kelengkapan proses perizinan, jika sudah siap Pemkab Kutim dalam hal ini welcome. Intinya pemberian izin pun sudah direstui asalkan jangan stop ditengah jalan. 

“Siapa cepat dia bangun menjadi prioritas , prinsipnya langsung action,” kata Ismunandar.(advertorial/hms13)

Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved