Duyung Kerap Disamakan Manusia, Ini Beberapa Kesamaan Manusia dan Duyung
Seringkali diadaptasi dalam berbagai film atau cerita fiksi, Dugong atau biasa disebut Duyung kerap disamakan dengan manusia
TRIBUNKALTIM.CO - Seringkali diadaptasi dalam berbagai film atau cerita fiksi, Dugong atau biasa disebut Duyung kerap disamakan dengan manusia. Hal ini juga memiliki kesamaan dalam hal peranakan Duyung. Sama seperti manusia, Duyung juga membutuhkan waktu sekitar 9 bulan untuk bisa melahirkan anakannya.
"Jangka waktu mengandungnya sekitar 9-14 bulan. Setiap kali reproduksi, hanya 1 anak saja. Ini yang membuat menyerupai manusia," kata Dwi Suprapti.
Baca: Dugong, Si Nona Laut Pemakan Lamun Sering Muncul di Teluk Balikpapan
Dugong dewasa bisa mencapai usia hingga 73 tahun. Saat pertama kali lahir, beratnya hanya 25-35 kg, tetapi ukuran tubuh maksimal bisa hingga 4,1 meter dan berat 1 ton (1000 kg).
"Usia saat mulai reproduksi sekitar 7-17 tahun. Biasanya usai melahirkan, Duyung baru bisa reproduksi kembali setelah 2,5 hingga 6 tahun berikutnya. Ini juga hadi faktor mengapa Duyung termasuk satwa yang harus dijaga kelestariannya. Karena faktor lamanya anakan Duyung bisa lahir," ucapnya.
Dalam tiap perjumpaan tim WWF Indonesia akan Duyung di beberapa wilayah di Indonesia, seringkali ditemukan perbedaan antara jantan dan betina.
Baca: Geram, Warga dan Polisi Grebek Rumah Jendral Tempat Belasan Muda-Mudi Berpesta Miras
"Jantan terlihat suka bermanuver. Lincah. Simbol dari kejantanannya. Sementara betina lebih kalem," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ikan-duyung_20170418_120625.jpg)