Ojek Online di Wilayah ini Dilarang Pakai Seragam, Alasannya?

Dalam waktu dekat akan mengadakan pertemuan dengan para seluruh penyelenggara angkutan orang roda dua se-provinsi.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ribuan pengemudi transportasi online roda dua dan empat se-Bandung Raya yang tergabung dalam Gerakan Bersama seluruh Driver Online (GERAM Online) melakukan unjuk rasa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (16/10/2017). Aksi damai para pengemudi transportasi online yang terdiri dari Grab, Gojek, dan Uber itu menuntut pemerintah provinsi Jawa Barat untuk segera menyelesaikan permasalahan peraturan transportasi online sehingga para pengemudi transportasi online dapat beroperasi secara aman. 

TRIBUNKALTIM.CO - Penerapan Peraturan Menteri (PM) No. 108 tahun 2017 mengenai penyelenggaraan angkutan orang menggunakan kendaraan angkutan umum tidak dalam trayek sejak 1 November selain mengatur taksi online, juga berimbas dengan ojek online.

Melalui surat edaran resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah pada Rabu (1/11/2017) yang isinya imbauan terhadap ojek online untuk tidak mengenakan seragam dan atribut aplikasi dalam berkerjanya.

Surat tersebut ditujukan kepada manajer Grab, Gojek dan Uber.

Surat itu dikeluarkan setelah Dishub Provinsi Jawa Tengah mengadakan rapat koordinasi dengan Forum Angkutan Umum Polda Jateng mengenai penyelenggaraan angkutan orang menggunakan kendaraan angkutan umum tidak dalam trayek sesuai PM 108 Tahun 2017.

Baca juga:

Baku Tebak Kembali Terjadi di Bumi Papua, Begini Kronologinya

Ditemukan di Tengah Belantara, Remaja Ini Kelaparan dan Tubuh Kurusnya Dipenuhi Lintah

Luhut Ungkap Empat Syarat Agar Investor Asing Tak Menjajah Nusantara

Sebarkan Meme Setya Novanto Pakai Masker, 32 Akun Medsos Ini Ikut Dilaporkan

Sebelum Menikah, Kahiyang Ayu Jalani Prosesi Siraman, Ternyata Ini Makna di Baliknya

Dalam surat tersebut juga ditanda tangani oleh Kepala Dinas Perhungan Provinsi, Satriyo Hidayat.

Kasie Angkutan Orang Tidak Dalam Trayek, Dishub Provinsi Jawa Tengah, Dikki Rulli Perkasa membenarkan surat edaran tersebut. Ia menyebutkan hal itu dilakukan untuk menjaga kondusifitas.

"Karena dalam hal ini kondisinya sangat mendesak. Jadi diimbau untuk tidak memakai seragam demi menjaga kondusifitas dulu," ujarnya dengan Tribunjateng.com, Jumat (3/11/2017)

Ia mengujarkan dalam waktu dekat akan mengadakan pertemuan dengan para seluruh penyelenggara angkutan orang roda dua se-Jawa Tengah untuk membahas masalah tersebut. (Bolasport.com)

Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved