Kebanggaan Kaltim

Populasi Duyung Terancam Punah, Ini Bagian Tubuh Duyung yang Paling Diburu

Beberapa faktor penyebab populasi Duyung mulai berkurang. Ancaman pertama paling banyak terlapor adalah kejadian bycatch.

Delon Lim
Seekor ikan duyung diikat dan ditaruh dalam kerangkeng oleh nelayan agar wisatawan dapat melihat dan memfotonya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Beberapa faktor penyebab populasi Duyung mulai berkurang. Ancaman pertama yang paling banyak terlapor ke WWF Indonesia adalah kejadian bycatch.

Menurut Dwi Suprapti, National Marine Species Conservation Coordinator WWF Indonesia, bycatch ini bisa dibilang menjadi yang pertama. Bahasanya penangkapan yang tak sengaja. Nelayan, misalnya, ketika mencoba menjaring ikan lain, seperti ikan bawal, justru menjaring duyung.

Baca: Duyung Kerap Disamakan Manusia, Ini Beberapa Kesamaan Manusia dan Duyung

Tak bisa disalahkan juga untuk para nelayannya. Bagaimana selanjutnya, tergantung dari kesadaran nelayan sendiri. Ada yang langsung melepasnya, ada juga yang dibawa pulang, untuk dikonsumsi.

Mitos-mitos yang berkembang di masyarakat, sehingga membuat Duyung menjadi perburuan juga terjadi. Khususnya untuk beberapa bagian tubuh Duyung.

"Duyung dewasa memiliki taring. Inilah yang seringkali diburu, untuk dijadikan pipa rokok. Ada anggapan jika pipa rokok bisa menetralisir nikotin yang ada pada rokok. Selain itu, ada juga mitos di masyarakat yang masih percaya jika air mata Duyung, bisa digunakan sebagai pelet, atau alat pengasih. Meskipun belum ada fakta ilmiah akan hal itu," ujarnya.

Baca: Geram, Warga dan Polisi Grebek Rumah Jendral Tempat Belasan Muda-Mudi Berpesta Miras

Ancaman lain yang juga masih terjadi, adalah hilangnya habitat Duyung, akibat kawasan industri di sekitar habitat mereka. Pun demikian dengan adanya predator alami, seperti Hiu, dan juga buaya.

"Ada pula ancaman karena terdamparnya Duyung di perairan dangkal. Ini karena mereka butuh pakan berupa lamun. Biasanya mereka memburu lamun, saat air pasang. Tetapi, bisa lambat berpindah sehingga saat air surut, Duyung tak bisa kembali, dan akhirnya terdampar," katanya.
(*)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved