Paradise Papers, Apindo Sebut Itu Risiko Mereka, Kan Sudah Diberi Kesempatan Tax Amnesty

Tiga tokoh asal Indonesia itu disebut-sebut secara diam-diam berinvestasi di luar negeri, di tempat yang dinamakan "surga pajak".

Paradise Papers, Apindo Sebut Itu Risiko Mereka, Kan Sudah Diberi Kesempatan Tax Amnesty
Prabowo Subiato, Mamiek Soeharto, dan Tommy Soeharto (Poskota/kolase) 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA -  Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani menyerahkan ke masing-masing pihak soal tiga nama pengusaha asal Indonesia yang tercantum dalam laporan Dokumen Surga atau Paradise Papers.

Dokumen Surga merupakan kumpulan 13,4 juta dokumen tentang pengusaha yang diam-diam berinvestasi di luar negeri, di tempat yang dinamakan sebagai "surga pajak" untuk menghindari kewajiban perpajakan.

Tiga nama yang dimaksud adalah Tommy Soeharto, Mamiek Soeharto, dan Prabowo Subianto. Kemungkinan masih akan ada nama lain lagi karena laporan ini baru sebagian kecil dari total keseluruhan laporan yang tengah didalami oleh Konsorsium Jurnalis Investigatif.

"Ya itu enggak bisa dihindari, selalu saja ada orang-orang yang belum declare seluruhnya. Tapi, negara sudah memberikan fasilitas, itu resiko sendiri saja, kan sudah dikasih kesempatan," kata Hariyadi saat ditemui usai acara di gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (6/11/2017).

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani usai menghadiri acara di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (6/11/2017). (KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA )
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani usai menghadiri acara di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (6/11/2017). (KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA ) 

Menurut Hariyadi, Apindo sebagai asosiasi yang menaungi para pengusaha sebelumnya sudah gencar mensosialisasikan dan mengajak para pengusaha untuk ikut program tax amnesty.

Terlepas dari upaya itu, jika masih ada pengusaha yang tidak melaporkan pajak mereka, maka itu diserahkan kepada pemerintah mengenai apa yang akan dilakukan selanjutnya.

"Apindo yang dorong mati-matian tax amnesty, dan kami tahu yang namanya informasi suatu saat akan terkoneksi semua. Kalau clear kan jadi lebih enak," tutur Hariyadi.

Terkuaknya Dokumen Surga ini awalnya muncul dalam surat kabar Jerman, Süddeutsche Zeitung, dan kini dikembankan lagi oleh Konsorsium Jurnalis Investigatif.

"Laporan yang dikeluarkan Minggu (05/11) ini baru sebagian kecil dari laporan yang akan dikeluarkan dalam satu minggu dan akan mengungkap skandal pajak dan keuangan sebagian dari ratusan orang dan perusahaan yang namanya disebut dalam data," demikian diberitakan oleh BBC.com pada Senin (6/11/2017).

Dalam Dokumen Surga, nama Tommy Soeharto tercatat pernah menjadi direktur dan bos dewan Asia Market Investment, perusahaan yang terdaftar di Bermuda pada 1997 dan ditutup tahun 2000.

Halaman
12
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved