PKK MoU dengan Delapan Perusahaan

Untuk mempercepat pembangunan melalui 10 program PKK dibutuhkan peningkatan kerja sama dengan mitra kerja PKK.

PKK MoU dengan Delapan Perusahaan
TRIBUN KALTIM/MARGARET SARITA
KESEPAKATAN - Ketua TP PKK Kutim Encek UR Firgasih berjabat tangan dengan Bupati Ismunandar usai menandatangani kesepakatan pembangunan daerah Kutim antara PKK, Pemkab Kutim dan pihak swasta 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Pemkab Kutai Timur dalam hal ini, Bupati Ismunandar bersama Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Hj Encek UR Firgasih menandatangani nota kesepahaman dengan delapan perusahaan swasta yang beroperasi di wilayah Kabupaten Kutai Timur, Senin (6/11) siang.

Delapan perusahaan tersebut adalah, PT Swakarsa, PT Kemilau Indah Nusantara (KIN), PT Buma Palma, PT Gunta Samba, PT Sinar Mas, PT KPC, PT Anugerah Energitama dan PT Astra. Nota kesepaham terkait percepatan pembangunan daerah Kutai Timur melalui pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan Ketua TP PKK dan Bunda PAUD Kecamatan Bengalon, Muara Bengkal dan Long Mesangat masa bakti 2017-2021.

Dalam kesempatan tersebut, Hj Encek UR Firgasih menyampaikan kerja sama dengan perusahaan sebagai bentuk peran aktif stakeholder di wilayah Kutim untuk mewujudkan pembangunan di Kutim.

“Untuk mempercepat pembangunan melalui 10 program PKK dibutuhkan peningkatan kerja sama dengan mitra kerja PKK. Salah satunya diwujudkan melalui MoU dengan Pemkab Kutim dan mitra kerja swasta yang ada di lingkungan Pemkab Kutim,” ungkap Firgasih.

Kesepakatan, menurut Firgasih, sebagai pedoman para pihak untuk memaksimalkan pelaksanaan program PKK. Agar peran PKK semakin hari semakin dirasakan oleh masyarakat.

“PKK selalu bersinergi mulai tingkat desa, sehingga program tidak berjalan sendiri-sendiri.  Melainkan saling mendukung dengan pemerintah dan stakeholder, demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan mandiri,” kata Firgasih.

Senada, Bupati Ismunandar mengakui, dalam kegiatan PKK ada keterkaitan dengan SKPD di lingkungan pemerintah. Dengan kesepahaman, kegiatan tidak lagi berfokus pada satu SKPD saja. Seperti program kerja membangun rumah sehat, bisa bekerja sama dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Untuk jangka pendek, ada gerakan minum susu. Semisal di sekitar kawasan perusahaan ada beberapa Paud yang para muridnya membutuhkan makanan bergizi. Bisa menyukseskan program minum susu di sekolah tersebut. Demi membantu Pemkab Kutim dalam program mencerdaskan generasi penerus kita,” ujar Ismunandar. (*)



Penulis: Margaret Sarita
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved