Kodim Tanjung Redeb Amankan Truk Pengangkut Kayu yang Diduga Ilegal

Truk tersebut bermuatan sekitar tujuh kubik kayu ulin yang diduga ilegal.

Kodim Tanjung Redeb Amankan Truk Pengangkut Kayu yang Diduga Ilegal
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
Aparat TNI dari Kodim / Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur berhasil mengamankan 7 kubik kayu ulin yang diduga ilegal. 

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Aparat TNI dari Kodim Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur berhasil mengamankan satu unit truk bernomor polisi DW 9570 AB.

Truk tersebut bermuatan sekitar tujuh kubik kayu ulin yang diduga ilegal.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0902/TRD, Letkol Cpn Rony Nuswantoro, di dampingi oleh Kasat Reskrim Pores Berau dan pihak UPTD Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (10/11/17) pukul 14.00 wita tadi memberikan penjelasan seputar pengungkapan kasus tersebut.

“Kasus ini merupakan merupakan hasil tangkap tangan oleh dua personel kami di jalan poros Kecamatan Segah, Kampung Merasa. Pada saat itu, sopir truk tidak memiliki dokumen kepemilikan sehingga di duga kayu yang dimuatnya hasil illegal logging sehingga dibawa ke markas Kodim 0902/TRD untuk diamankan,” kata Rony.

Baca: Fix, Ini Besaran Gaji Pekerja di Kota Tepian Tahun Depan

Baca: Keluarga Ungkap, Jauh Sebelum Aksi Penembakan, Helmy Sering Lakukan KDRT ke Dokter Lety

Saat ditanya, kata Rony, pengemudi dan seseorang yang mengaku sebagai pemilik kayu.

Namun setelah diinterogasi, ternyata mereka tidak bisa menunjukkan dokumen lengkap.

Baca: Inilah 4 Fakta Sosok Fotografer di Balik Foto-foto Bersejarah Pertempuran 10 November 1945

Baca: Astaga. . . Ternyata Penembak Dokter Lety Pernah Perkosa Karyawan Klinik

Baca: Kenalan Lewat Facebook, Inilah Kisah Cinta Pasutri Dokter hingga Menikah dan Akhirnya Tewas Ditembak

“Hingga saat ini, tidak ada yang bisa memberikan keterangan atau dokumen tentang keberadaan kayu ini. Dari mana asalnya, siapa pemiliknya dan kepada siapa nantinya akan diperjual-belikan,sampai sekarang tidak ada dokumen resminya,” ungkapnya. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved