Gali Jaringan Gas, Gasak Pipa Air Sehingga PDAM Kehilangan 15 Ribu Kubik

Banyak keluhan yang masuk ke kami, pasokan air bersih keruh. Ternyata saat kita cek ada kebocoran pada pipa induk

Gali Jaringan Gas, Gasak Pipa Air Sehingga PDAM Kehilangan 15 Ribu Kubik
TRIBUN KALTIM/UDIN DOHANG
PASANG PIPA - Sejumlah pekerja memasang pipa jaringan gas (Jargas) untuk rumah tangga di Jalan Parikesit, Kecamatan Bontang Utara. Pemasangan pipa Jargas yang berlangsung serempak di semua 15 kelurahan se-Kota Bontang, dikeluhkan warga dan managemen PDAM. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Proyek pemasangan pipa jaringan gas (Jargas) untuk konsumsi rumah tangga di seluruh 15 kelurahan se-Kota Bontang, menuai sorotan.

Direktur PDAM Tirta Taman, Suramin mengatakan aktifitas galian pipa Jargas di sejumlah titik menyebabkan kebocoran pada pipa induk PDAM.  Akibatnya distribusi  air bersih kepada sebagian pelanggan PDAM keruh bercampur lumpur.

“Banyak keluhan yang masuk ke kami, pasokan air bersih keruh. Ternyata saat kita cek ada kebocoran pada pipa induk karena terkena galian pipa Jargas,” ujar Suramin, Minggu (19/11).

Menurut Suramin, aktivitas pemasangan pipa Jargas memang sangat rentan berdampak pada jaringan pipa PDAM. Pasalnya, jalur kedua pipa layanan warga tersebut searah. Hasil pemeriksaan lapangan, terdapat banyak jaringan pipa induk PDAM rusak akibat terkena benturan benda keras. Bahkan beberapa terputus akibat buruh gali pipa Jargas kurang awas saat beraktivitas.

Kondisi ini sangat disayangkan karena para pekerja tak melaporkan saat terjadi kerusakan pada pipa PDAM.
Tapi justru disambung secara darurat dengan menggunakan karet ban agar air tak terus mengalir. “Nah, biasanya kita baru ada kerusakan kalau ada keluhan dari warga. Saat kita cek lokasi, ternyata ada kebocoran pipa,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, pihak PDAM mengaku mengalami kerugian. Menurut Suramin, kerugian akibat kebocoran pipa saat ini diprediksi mencapai 15 ribu kubik.

Pun demikian, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kontraktor Pelaksana kegiatan pipa Jargas. Mereka mengaku akan mengganti kerugian yang dialami pihak PDAM selama kegiatan penanaman pipa Jargas.

“Kemarin sudah ketemu juga dengan manajemen perusahaan, mereka mengaku siap mengganti kerugian yang dialami,” papar Suramin.

Terpisah, Kontraktor pelaksana PT Kaltim Citra Nusantara (KCN)  mengaku memohon maaf atas pekerjaan karyawannya sehingga menyebabkan pelayanan air tergangu. Supervisor KCN, Firman mengatakan bertanggung jawab atas kerugian yang dialami pihak PDAM atas kelalaian karyawan mereka.

“Kami akan ganti rugi atas kerugian terhadap PDAM yang bocor akibat galian pipa Jargas,” ungkap Firman.
Pihaknya mengaku telah bertemu dengan managemen PDAM Tirta Taman. Di dalam pertemuan tersebut, disepakati pihaknya akan mengawasi seluruh kegiatan penggalian lebih cermat lagi. Tak hanya itu, apabila terjadi kerusakan pipa air segera melapor ke petugas teknisnya. (*)

Penulis: Udin Dohang
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved