14 Tahun Jadi Langganan Banjir, Kepada Anggota DPRD Bontang, Warga Gunung Elai Minta Ini
Selama 14 tahun kawasan pemukiman di RT 19, Kelurahan Gunung Elai, Bontang Utara menjadi langganan banjir.
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Selama 14 tahun kawasan pemukiman di RT 19, Kelurahan Gunung Elai, Bontang Utara menjadi langganan banjir. Hampir tiap musim hujan warga sekitar terendam air. Bahkan pada banjir pekan lalu, tercatat 25 rumah milik warga terendam air setinggi 1 meter.
Ketua RT 19 Gn Elai, Dera Gervasius mengatakan dirinya sudah beberapa kali mengusulkan ke pemerintah kota agar mengantisipasi banjir yang selalu terjadi saat hujan. Namun, sejak usulan disampaikan pada 2003 lalu belum ada tindaklanjut dari pemerintah terkait masalah yang rutin dialami masyarakat setempat.
"Setiap hujan pasti banjir di sini. Asalkan hujan saja sebentar sudah sampai lutut. Kalau yang kemarin itu bahkan 25 rumah warga saya yang terendam air 1 meter," ujar Dera kepada rombongan Komisi III DPRD Bontang saat sidak di RT 19, Senin (27/11) pagi.
Baca: Terlihat Makin Akrab di Amerika, Bobotoh Minta Essien Bujuk Ashley Cole Merapat ke Persib
Banjir rutin yang merendam wilayahnya disebabkan drainase tidak berfungsi normal. Pasalnya, elevasi drainase yang dibangun tak menyesuaikan dengan bibir sungai. Akibatnya, aliran air justru dan meluap ke rumah warga setiap hujan deras.
Ia meminta Komisi III yang membidangi urusan infrastuktur segeram mengalokasikan anggaran untuk perbaikan drainase di RT 19. "Kami minta DPRD memperjuangkan perbaikan drainase disini agar tidak banjir terus-terusan," katanya.
Menanggapi masukan tersebut, Ketua Komisi III DPRD Bontang Rustam HS berjanji akan segera menindaklanjuti temuan di lapangan ini. Pihaknya mendesak pemerintah segera melakukan perbaikan drainase agar air tak terus menggenangi rumah warga tiap musim hujan.
Baca: VIDEO – Penampilan Junjung Nyawa Hidupkan Seni Teater Kota Balikpapan
Dijelaskan, pemerintah semula mengira lokasi ini masuk dalam kawasan Yayasan Badak LNG. Sehingga alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur di sini sulit untuk direalisasikan. Namun dari pantauan lapangan, faktanya wilayah ini merupakan daerah adminstrasi Pemkot Bontang. Dirinya pun meminta perhatian perusahaan PT Badak NGL yang notabene bertetangga langsung dengan kawasan ini.
Menurutnya, tak selayaknya perusahaan menutup mata dengan kondisi yang dialami masyarakat sejak belasan tahun lalu. "Ini kok bisa, bertetangga langsung dengan perusahaan tapi kok tidak diperhatikan sejak dulu," tandas Rustam.
Baca: Mantan Pemilik AC Milan Gembira Gennaro Gattuso Ditunjuk sebagai Pelatih Baru
Rombongan Sidak dipimpin Wakil Ketua DPRD Bontang Faisal bersama Ketua Komisi III Rustam, anggota Komisi III Agus Suhadi dan M Dahnial. Kunjungan ini lantaran adanya keluhan dari warga setempat atas kondisi wilayah mereka. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/komisi-ii-dprd_20171128_002727.jpg)