Atasi Blank Spot Wilayah Pedalaman, Diskominfo Gandeng Pemerintah Pusat

Jadi ini berbeda dengan mini tower, kalau mini tower untuk mengatasi blank spot di wilayah perkotaan, memperkuat sinyal seluler dari BTS

TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
BANGUN BTS - Di Kecamatan Bidukbiduk, telah terbangun beberapa BTS, namun belum menjangkau seluruh kampung di kecamatan ini. Karena itu, tahun 2018 nanti, pemerintah pusat bersama Diskominfo Berau akan membangun BTS tambahan untuk menjangkau wilayah terpencil. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Hingga saat ini masih banyak perkampungan yang belum terjangkau sinyal seluler, terutama di wilayah pedalaman.

Padahal, layanan seluler sangat dibutuhkan untuk membuka akses komunikasi masyarakat kampung yang kini mulai berkembang, sejak pemerintah pusat dan pemerintah daerah menyalurkan Alokasi Dana Desa/Kampung.
Infrastruktur telah berkembang pesat, namun sarana komunikasi masih belum terjangkau.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Susila Harjaka mengatakan, dari 13 kecamatan, ada 37 lokasi yang tidak terjangkau sinyal seluler atau blank spot. “Kami berupaya mengatasi persoalan ini, dengan menggandeng pemerintah pusat. Tahun 2018 nanti, informasinya ada 11 blankspot yang telah disetujui untuk diatasi, kita diminta untuk menyediakan lahan,” ungkap Susila Harjaka, Senin (4/12).

Pemerintah pusat, kata mantan Kepala Dinas Pendidikan ini, mengatakan, 11 titik blankspot yang tersebar di Kecamatan Segah, Kecamatan Kelay, Kecamatan Bidukbiduk dan Talisayan akan dibangunkan Base Tranceiver Station (BTS).

“BTS ini yang sudah siap digunakan, Pemkab Berau hanya diminta untuk menyediakan lahan untuk mendirikan tower atau antena,” jelasnya. Ditambahkannya, penanganan blankspot ini membutuhkan tower yang sangat tinggi.

“Jadi ini berbeda dengan mini tower, kalau mini tower untuk mengatasi blank spot di wilayah perkotaan, memperkuat sinyal seluler dari BTS yang sudah ada. Sementara kalau di perkampungan atau wilayah pedalaman memang belum ada BTS-nya,” papar Jaka.

Agar rencana ini segera terealisasi, Jaka berharap, aparatur kampung ataupun kecamatan dapat menghibahkan lahan, agar BTS segera terbangun. “Karena kalau melalui proses pembebasan lahan akan membutuhkan banyak waktu dan biaya. Kalau hibah, bisa langsung dibangun,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika, untuk membahas mekanisme penyiapan pembangunan BTS. “Ada 37 blankspot, 11 sudah tertangani. Artinya masih ada 26 blank spot lagi yang perlu ditangani,” bebernya.

Sebelumnya, Pemkab Berau bekerjasama dengan perusahaan komunikasi telah membangun puluhan mini tower, untuk mengatasi blank spot di wilayah perkotaan dan kecamatan terdekat. Dengan sinyal seluler ini, pihaknya berharap, tidak ada lagi hambatan komunikasi. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved