Kotanya Terlalu Sering Banjir, Warga Dapat Ilmu Cara Hidupkan Motor Mogok Akibat Kemasukan Air

Sebagian berhasil, dan sebagian lagi gagal dan terpaksa harus mendorong sepeda motor ke luar dari genangan air.

Kotanya Terlalu Sering Banjir, Warga Dapat Ilmu Cara Hidupkan Motor Mogok Akibat Kemasukan Air
tribunkaltim.co/doan pardede
Sejumlah warga mendorong sepeda motor yang mogok di seputaran Jalan DI Panjaitan, Samarinda Utara, Selasa (5/12/2017). 
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Doan Pardede
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda membuat sejumlah titik tergenang air, Selasa (5/12/2017).
Salah satu titik terparah ada di seputaran Jalan DI Panjaitan, Samarinda Utara. Di Titik ini, warga sulit melintas karena ketinggian air mencapai lebih dari 30 centimeter.
Kondisi ini juga diperparah adanya buka tutup jalan karena sedang dilakukan perbaikan jalan.
Kendatipun demikian, sejumlah pengendara sepeda motor tetap mencoba menerobos genangan air.
Sebagian berhasil, dan sebagian lagi gagal dan terpaksa harus mendorong sepeda motor ke luar dari genangan air.
Mayoritas yang gagal adalah ibu-ibu dan remaja putri. 

Baca: Cuma Butuh Hasil Imbang, Man United Jadi Juara Grup A Liga Champions

Baca: Dewi Perssik Bersikukuh, Masuk Jalur Busway Karena Disuruh Polisiyang Mengawalnya

Baca: Lebih Sigap dari Ajudan, Begini Nih Gaya Marsekal Hadi Tjahjanto Menangkap Kode Jokowi

Sejumlah pengendara yang sepeda motor juga mengaku mendapat ilmu baru soal menghidupkan sepeda motor mogok.
Diantara dengan mengatur gas saat menyalakan starter dan mengeluarkan air dari knalpot.
"Ternyata kalau airnya nggak mau habis, harus diangkat bagian depannya. Tapi ini harus dibantu," ujar salah seorang warga.
Dede, salah seorang warga mengaku sangat dirugikan dengan banjir ini.
Selain tidak bisa berangkat bekerja, dia juga harus mengeluarkan uang untuk memperbaiki sepeda motor yang rusak.
"Ya, jadi nggak bisa kerja," ujarnya.
Nazrul, warga setempat yang berprofesi sebagai pedagang menyebut akan selalu merugi kala terjadi banjir.
"Kalau hujan begini mana ada yang mau beli.
Lewat saja nggak bisa, " ujarnya. (*)
 
 
Editor: Amalia Husnul Arofiati
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved