Dari Negatif, Perekonomian Bumi Etam Tumbuh 3,5 Persen, Ternyata Faktor Ini yang Menyokong

Rampungnya sejumlah proyek strategis yang kini sedang dikebut pemerintah di Kaltim tersebut, diyakini Harry, akan memacu daya saing daerah.

Dari Negatif, Perekonomian Bumi Etam Tumbuh 3,5 Persen, Ternyata Faktor Ini yang Menyokong
TRIBUN KALTIM / RAFAN DWINANTO
Harry Aginta 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Perekonomian Kaltim sepanjang 2017 diprediksi berada di angka 3,5 persen.

Pertumbuhan ekonomi ini tergolong pesat, mengingat, dua tahun berturut sebelumnya, perekonomian Bumi Etam terkontraksi ke angka minus.

“Triwulan (TW) I 2017, tumbuh 3,9 persen. TW II 3,6 persen dan TW III 3,54 persen. Di TW IV, kita prediksi masih di atas 3 persen. Sehingga, overall 2017 kita optimis di angka rata-rata 3,5 persen,” kata Kepala Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kaltim, Harry Aginta, Rabu (6/12/2017).

Meski tumbuh positif cukup pesat, Harry memberikan catatan serius terhadap pertumbuhan ekonomi Kaltim.

Menurut Harry, pertumbuhan ekonomi Kaltim meningkat pesat, lantaran faktor harga komoditas yang meningkat tajam di pasar dunia.

Jika dianalisa lebih dalam, volume komoditas yang diproduksi di Kaltim sepanjang 2017 tidak berbeda dengan 2016.

Hal ini terlihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Harry menjelaskan, PDRB merupakan hasil pengalian antara jumlah produksi (volume barang-barang yang di produksi di Kaltim), dalam satuan tonase, dikali harga (price).

“Contohnya, di 2016 produksi batubara Kaltim 100 ton. Di 2017 ini juga 100 ton, tapi pengalinya (harga batubara) itu yang naik. Kalau 2016 dikali Rp 100, tapi di 2017 dikali Rp 150,” kata Harry memberi perumpamaan.

Halaman
123
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved