Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Sembako di Bontang Naik, Paling Terasa Harga Ayam

Harga sembilan bahan pokok (sembako) di Bontang menjelang perayaan Natal dan Rahun Baru 2018, mulai bergerak naik.

Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Sembako di Bontang Naik, Paling Terasa Harga Ayam
TRIBUN KALTIM/SITI ZUBAIDAH
Nusyirwan melakukan sidak dan memantau harga-harga sembako jelang Lebaran di Pasar Pagi, Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Harga sembilan bahan pokok (sembako) di Bontang menjelang perayaan Natal dan Rahun Baru 2018, mulai bergerak naik. Hasil pantauan lapangan yang dilakukan Tim Pengendali Inflasi Pangan Polres Bontang, harga sejumlah komoditas seperti telur, daging dan ayam potong mulai mengalami kenaikan.

"Secara umum harga Sembako masih stabil, kecuali komoditas tertentu seperti telur dan daging mulai naik tipis," ujar Kasat Reskrim Polres Bontang, Iptu Rihard Nixon, Jumat (15/12).

Menurut Iptu Rihard, selama sepekan terakhir pihaknya bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) serta Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pertanian (DKP3) melakukan monotoring di 16 titik penjualan sembako.

Baca: Ngetren Istilah Pelakor, dari Mana Asal-usulnya?

Termasuk di 3 pasar tradisional, yakni pasar sementara Rawa Indah Bontang Selatan, pasar Taman Telihan Bontang Barat, dan pasar Citra Mas, Bontang Utara.

Hasil pantaun tersebut, terdapat tiga komoditi yang mengalami kenaikan, di antaranya telur ayam ras, daging, dan ayam potong. Kenaikan masing-masing item beragam, untuk telur ayam semula Rp 36 ribu naik menjadi Rp 48 ribu.

Sedangkan daging semula Rp 130 ribu menjadi Rp 135 ribu. Begitu pun dengan harga daging ayam dari Rp 40 ribu naik menjadi Rp 55 ribu per ekor. "Untuk bahan bumbu dapur sejauh ini masih stabil," katanya.

Baca: Terdakwa Jafar dan Dwi Dituntut 15 Tahun Penjara, Segini Dendanya!

Dijelaskan, penyebab kenaikan harga sejumlah kebutuhan ini lantaran barang dipasok dari luar Kalimantan. Para pedagang mengaku, harga telah naik sebelum ditangan mereka. Sehingga, mereka pun harus menjual sedikit naik agar mendapat selisih keuntungan.

Pun demikian, untuk stok tiga komoditas ini dalam kondisi aman. Pihaknya memprediksi stok barang cukup hingga akhir tahun mendatang. Sehingga, kelangkaan barang jelang Natal dan Tahun Baru dapat diantisipasi.

"Biasanya kenaikan karena kelangkaan, tapi ini alasanya karena dari distributor mereka sudah naik. Makanya akan kami awasi proses distribusi ini," katanya.

Baca: Juri Asias Got Talent Sampai Ketakutan saat Rahasia Terbesarnya Diungkap The Sacred Riana

Untuk mengantisipasi inflasi tinggi yang kerap terjadi jelang hari raya pihaknya telah mengawasi rantai distribusi pangan. Seperti memantau alur kapal, maupun penimmbunan barang yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

Dia mengingatkan para pedagang agar menjual barang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 27/2017 terkait harga konsumen untuk telur ras dipasarkan Rp 22 ribu/kg, sedangkan untuk daging ayam Rp 32/kg dan daging sapi Rp 50 ribu -Rp 105 ribu per kilogramnya. (*)

Penulis: Udin Dohang
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved