Imigrasi Mengawasi 106 Warga Negara Asing

Selain itu, ada juga dua WNA yang mengantongi surat izin tinggal tetap karena status pernikahan dengan Warga Negara Indonesia (WNI).

Imigrasi Mengawasi 106 Warga Negara Asing
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
TERBITKAN PASPOR - Tahun 2017 ini, Kantor Imigrasi, Kelas III, Tanjung Redeb telah menerbitkan 2.206 dokumen paspor. Jumlah ini meningkat drastis jika dibanding tahun 2016 lalu yang hanya 1.660 dokumen paspor. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Sepanjang tahun 2017 ini, Kantor Imigrasi, Kelas III, Tanjung Redeb telah menerbitkan 2.206 dokumen paspor.

Jumlah ini, menurut Kepala Kantor Imigrasi Tanjung Redeb, Muhammad Kacung, meningkat drastis jika dibanding tahun 2016 lalu.

“Tahun 2017 ini, penerbitan paspor meningkat menjadi 2.206 dokumen. Sementara tahun 2016 lalu hanya 1.660 dokumen paspor,” ungkapnya saat menggelar jumpa pers dengan para wartawan di ruang kerjanya, Selasa (19/12/2017).

Menurutnya, meningkatnya jumlah permohonan paspor ini mayoritas disebabkan banyaknya warga Kabupaten Berau dan Bulungan yang ingin melaksanakan ibadah umroh, haji dan juga perpanjangan masa berlaku paspor.

“Seperti diketahui, Kantor Imigrasi Tanjung Redeb ini menangani wilayah yang sangat luas, dan membawahi dua kabupaten, yakni Kabupaten Berau 13 kecamatan dan Bulungan 10 kecamatan,” ungkapnya.

Karena jumlah penerbitan paspor meningkat, Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Kantor Imigrasi Tanjung Redeb juga meningkat, dari tahun 2016 yang hanya Rp 798 juta naik menjadi Rp 1 miliar lebih.

Selain bersumber dari pengurusan paspor, PNBP ini juga berasal dari layanan izin keimigrasian, seperti izin tinggal sementara dan izin tinggal tetap. Kantor Imigrasi Tanjung Redeb juga menangani beberapa kasus keimigrasian, seperti illegal entry dan juga penyalahgunaan visa.

“Tahun 2017 ini, kami (Imigrasi Tanjung Redeb)  memulangkan 14 Warga Negara Asing (WNA) asal Filipina karena tidak memiliki dokumen keimigrasian,” kata Muhammad Kacung. Ditambah lagi dua WNA asal Tiongkok, yang kedapatan menjual obat dan mengaku sebagai dokter. Dua WNA asal Tiongkok tersebut sempat menjalani persidangan dan menjalani hukuman penjara selama beberapa bulan sebelum dideportasi.

Untuk mengantisipasi kasus serupa, Muhammad mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap orang asing. Saat ini tercatat ada 50 WNA yang memiliki izin tinggal sementara di Kabupaten Berau. “Mayoritas adalah para pekerja di sejumlah perusahaan di Berau dan 56 WNA di Kabupaten Bulungan, total ada 106 WNA yang kami awasi,” paparnya.

Selain itu, ada juga dua WNA yang mengantongi surat izin tinggal tetap karena status pernikahan dengan Warga Negara Indonesia (WNI).

“Kami bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang memperkerjakan WNA. Dan perusahaan-perusahaan itu kooperatif, sehingga minim pelanggaran keimigrasian,” imbuhnya. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved