Breaking News:

Advertorial

BPJS Ketenagakerjaan Solusi Perlindungan dan Kesejahteraan Pekerja

Dapat diilustrasikan bahwa sekitar 60 persen warga desa tidak mempunyai jaminan sosial ketenagakerjaan.

TRIBUN KALTIM / SAMIR
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Balikpapan Kusumo saat berfoto bersama Asisten I Suhardi dan sejumlah pejabat usai penyerahan alsintan, saat persemian Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Desa Girimukti 

Peresmian Desa Sadar Jaminan Ketenagakerjaan di Desa Girimukti, PPU

PENAJAM - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan diperuntukkan bagi pekerja berusia lebih 17 tahun,  dan bekerja di semua sektor seperti perusahaan, pemerintahan, buruh, pekerja mandiri, informal termasuk petani, nelayan, pedagang  dan lain sebagainya.

Apalagi saat ini tingkat kecelakaan kerja lebih tinggi di sektor informal, yaitu pekerja mandiri karena mereka langsung bersentuhan dengan alam dan kurangnya standar safety.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Balikpapan Kusumo mengatakan, BPJS Ketenagakerjaan memberikan solusi sesuai dengan harapan perlindungan kerja dan kesejahteraan bagi semua BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk itu, pencanangan Desa Girimukti sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di Kabupaten PPU, merupakan niat mulia untuk memberikan perlindungan bagi para pekerja dan keluarganya, dari resiko  sosial yang akan dihadapi para pekerja baik resiko karena kecelakaan kerja, resiko hari tua maupun resiko kematian.

Adapun mekanisme perlindungan yang diberikan lanjut Kusumo, menggunakan mekanisme asuransi, dimana para peserta  langsung kepada badan penyelenggara, kemudian badan penyelenggara mengelola dana tersebut untuk menjamin kepastian memberikan perlindungan dan memberikan manfaat kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan. “BPJS Ketenagakerjaan meliputi 4 program yaitu jaminan hari tua, jaminan kecelakaan, jaminan pensiun dan jaminan kematian,” katanya.

Program jaminan ketenagakerjaan tersebut menurutnya, merupakan hak seluruh pekerja yang ada di Indonesia, sebagaimana diamanatkan Undang-undang Nomor 40, Tahun 2004, yaitu tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan Undang-undang Nomor 24, Tahun 2011, tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, dimana setiap pemberi kerja wajib mendaftarkan seluruh tenaga kerjanya ke dalam program jaminan sosial ketengakerjaan.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Suhardi pada peresmian Desa Sadar Jaminan Ketenagakerjaan di Desa Girimukti, Kecamatan Penajam, Kamis (21/12) mengatakan,  kegiatan ini merupakan penguatan kapasitas organisasi dan kemitraan startegis, dimana salah satu inisiatif yang dapat dilakukan adalah melalui gerakan sadar jaminan sosial ketenagakerjaan, melihat dari komposisi sebuah desa.

Dapat diilustrasikan bahwa sekitar 60 persen  warga Indonesia secara administratif sebagai penduduk desa yang tersebar di 74.000 desa, hampir semua warga desa tidak mempunyai jaminan sosial ketenagakerjaan. (mir)

Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved