4 Tahun Israel Dilanda Kekeringan, Menteri Pimpin Doa Minta Hujan
Kemarau telah melanda Israel selama empat tahun terakhir, dan menyebabkan negara itu kekurangan pasokan air.
TRIBUNKALTIM.CO - Menteri Pertanian Israel, Uri Ariel, memimpin doa bersama sejumlah pemimpin agama di Tembok Ratapan Yerusalem.
Diberitakan BBC Indonesia Jumat (29/12/2017), langkah tradisional tersebut dilakukan untuk meminta hujan, dan mengakhiri kekeringan yang melanda negara tersebut.
Baca: Keren, Obat Anti Masuk Angin Indonesia Ini Jadi Sponsor di Moto2
Kemarau telah melanda Israel selama empat tahun terakhir, dan menyebabkan negara itu kekurangan pasokan air.
Berbagai cara dilakukan negara tersebut.
Baca: Ditinggal Beli Rokok, Mobil Mundur dan Nyemplung Sungai
Selain itu, Ariel juga menggelar kebijakan untuk membagi air ke beberapa daerah yang paling parah mengalami kekurangan.
Namun, berbagai kebijakan tersebut nyatanya tidak banyak mengubah keadaan.
Karena itu, Ariel, yang merupakan penganut Yahudi Ortodox, memilih jalan doa sebagai solusi.
"Kami secara signifikan mengurangi air, melakukan banyak penelitian tentang bagaimana menghemat air pada tanaman yang berbeda."
Baca: UN 2018 Ada Tambahan Soal Esai, Siswa Bilang Malapetaka untuk Pelajaran Hafalan
"Namun, tetap doa memberi pengaruh tersendiri," ulas Ariel.
Langkah Ariel tak pelak menimbulkan kritik yang menyatakan seorang menteri harus menangani krisis dengan lebih banyak bertindak.
Seperti misalnya tulisan harian Yedioth Ahronoth.
"Doa bukan sesuatu yang buruk."
"Tetapi menteri harus memiliki kemampuan untuk mempengaruhi (masalah) yang lebih membumi," ulas Yedioth.
Salah satun caranya, lanjut Yedioth, dengan mempromosikan kebijakan untuk mengurangi perubahan iklim. (Kompas.com)
Berita ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul: Israel Dilanda Kekeringan, Menteri Pertanian Pimpin Doa Minta Hujan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kegiatan-doa-di-tembok-ratapan_20171230_091525.jpg)