Soal Kontrak, Guru Honor tak Perlu Khawatir, Disdik Lagi Berhitung

Di kontrak 2017, gaji honorer tak sampai dan sesuai UMK atau UMP yang mencapai Rp 2,5 jutaan.

Soal Kontrak, Guru Honor tak Perlu Khawatir, Disdik Lagi Berhitung
Ilustrasi 

SAMARINDA, TRIBUN - Disdik Kaltim melalui Kabid Ketenagaan, Idhamsyah ikut menjawab terkait kontrak guru honor se Kaltim yang sampai saat ini masih belum diperpanjang, Senin (1/1).

Menurutnya, saat ini guru honor tak perlu khawatir, sebab Disdik sudah memikirkan hal tersebut. "SK guru honor tak ada masalah. Kami saat ini masih menghitung, berapa butuhnya. Nanti tunggu sajalah. Namanga Disdik, pasti memikirkan hal itu. Kesejahteraan mereka pasti kami pikirkan," ucapnya.

Salah satu ajuan dari forum guru honorer, adalah perbaikan redaksi kontrak sebelum kontrak itu disodorkan untuk ditandatangani.

Baca: Kadisdik Kaltim Janji tak Pecat Guru Honor, Sebut Dirinya Bukan Mesin Uang

Baca: 7 Bulan Guru Honorer tak Gajian, Terpaksa Minta Uang ke Istri

Beberapa permintaan perbaikan, yakni melingkupi gaji. Di kontrak 2017, gaji honorer tak sampai dan sesuai UMK atau UMP yang mencapai Rp 2,5 jutaan. Selain itu tak ada pula jaminan kesehatan atau ketenagakerjaan yang didapatkan honorer di Kaltim.

HONORER - Hingga kini, masih banyak guru honorer yang berharap diangkat sebagai guru PTT. Dengan harapan, perubahan status pegawai tersebut dapat meningkatkan penghasilan mereka.
HONORER - Hingga kini, masih banyak guru honorer yang berharap diangkat sebagai guru PTT. Dengan harapan, perubahan status pegawai tersebut dapat meningkatkan penghasilan mereka. (TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN)

"Kami tahu. Bagaimana mereka bisa meningkatkan kompetensi dan kualifikasi mengajar, jika penghasilan mereka tak seberapa. Tetapi, itu tak terlalu berat untuk honorer di kota. Yang berat itu honorer di daerah-daerah perbatasan. Memang sangat berat sekali dengan gaji yang ada. Itu kami acungkan jempol. Imbalannya surga itu," ucapnya.

Satu hal yang diharap bisa jadi angin segar bagi honorer yakni potensi bagi hasil usai Kaltim dapatkan Participating Interest (PI) 10 persen dari pengelolaan Blok Mahakam. Ini yang diharap Idhamsyah bisa jadi jalan keluar kesejahteraan guru honor di Kaltim.

"Kuncinya kan satu saja, memang duitnya tak ada. Makanya kami berdoa juga agar APBD Kaltim lebih baik. Kami tetap akan berusaha mencari jalan lain. Disdik tak mungkin diam-diam saja. Kalau kami publikasikan, tetapi tak jadi, bisa repot juga. Biarkan kami berjuanh dahulu," ucapnya. (anj)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved