Dapat Bantuan Islamic Development Bank, Universitas Mulawarman Kebut Kembangkan Kampus

Unmul adalah satu dari 4 Universitas di Indonesia yang kebagian dana bantuan IDB yang disalurkan melalui pemerintah pusat.

Dapat Bantuan Islamic Development Bank, Universitas Mulawarman Kebut Kembangkan Kampus
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HADI PRASETYO
Ilustrasi. Dua mahasiswi sedang melenggang menuju fakultasnya melewatii kantor Rektorat Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. Unmul kini berupaya menjadikan diri sejajar dengan universitas-universitas top kelas dunia. 

SAMARINDA, TRIBUN - Memasuki 2018, beberapa program pengembangan kampus Universitas Mulawarman terus dikebut. Salah satunya, yakni pengembangan serta pembangunan gedung melalui dana bantuan Islamic Development Bank (IDB).

Sebagai informasi, Unmul adalah satu dari 4 Universitas di Indonesia yang kebagian dana bantuan IDB yang disalurkan melalui pemerintah pusat. Total yamh didapatkan sekitar Rp 600 Miliar, meliputi biaya pembangunan gedung, perlengkapan pembelajaran, serta biaya kuliah.

"Total ada 4 Universitas yang dapat, termasuk Unmul. Project IDB itu dibagi dua, ada yang non fisik, dan ada yang fisik. Di 2017 kan sudah dilakukan non fisik untuk soft program, seperti kuliah untuk dosen ke luar negeri, penelitian, lalu ada juga terkait kurikulum. Nah, di 2018 ini kami fokus untuk pengembangan fisik," ucap Wakil Rektor IV Unmul, Bohari Yusuf, Senin (1/1).

Baca: Alumnus Fisip Unmul Asal Balikpapan Kompak Bangun Ikatan Keluarga Alumni

Baca: Gelembung Lumpur Bisa Menyala, Mahasiswa Unmul Tertarik Teliti Mud Vulcano Samarinda

Baca: Unmul Berencana Memberi Gelar Kehormatan untuk Presiden Jokowi, Ini Pertimbangannya

Persoalan tender yang harus dilakukan, membuat kegiatan fisik ini baru dilakukan di 2018.. "Tender sudah jalan. Tinggal pengumuman. Kalau cepat diumumkan, bisa langsung dikerjakan. Tender itu, untuk seluruhnya, 1 maket, seperti pembangunan gerbang masuk Unmul, serta beberapa gedung lainnya," ujarnya. Ia pun merinci berapa besar penggunaan dana untuk pembangunan gedung tersebut.

"Pagunya itu untuk fisik sekitar hampir Rp 400 Miliar. Alat ada sekitar seratusan, sisanya berupa proses perkuliahan, penelitian, kurikulum, training dan lainnya," ucapnya.

Gedung Rektorat Universitas Mulawarman (Unmul)
Gedung Rektorat Universitas Mulawarman (Unmul) (Wikipedia)

Berdasarkan kesepakatan Unmul dan juga pihak IDB, ditarget seluruh maket banguhan selesai dalam waktu 22 bulan. "Kontraknya itu 22 bulan. Untuk semua maket. Jadi, 22 bulan sejak ditandatanganinya kontrak. Kurang dari dua tahun," ucapnya.

Baca: Besok Tiga Ketua Pengurus Provinsi Parpol Bertemu di Jakarta Bahas Pilgub Kaltim

Baca: LPG, Bahan Bakar, dan Listrik Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar 2017

Dengan adanya bantuan dana tersebut, salah satu yang membanggakan adalah akan dimilikinya laboratoriuk integrasi untuk Unmul.. "Ada integrated laboratory yang akan dibangun. Itu gedungnya 6 lantai, dan akan diisi dengan peralatan laboratorium canggih. Lokasinya antara Sospol dan MIPA. Semua fakultas bisa pakai, mulai dari F. Teknik, Pertanian, Kehutanan sampai Kedokteran. Bukan karena Fakultasnya kurang alat, tetapi laboratorium yang akan dibangun ini adalah lab yang bersifat riset. Kalau di fakultas kan lab untuk pendidikan," ucapnya.

Terkait gerbang baru, juga dibangun untuk lebib mengenalkan Unmul ke masyarakat. "Mudah-mudahan gerbang baru itu bisa jadi ikon. Selama ini kan orang luar, ketika lewat Unmul, terkadang belum tahu jika yang dilewati itu adalah Universitas," katanya. (anj)

Penulis: Anjas Pratama
Editor: Adhinata Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved