Squash Kaltim Juara Umum Kejurnas Junior di Jakarta, Regenerasi Atlet Dinilai Berhasil

Tim junior Squash Kaltim menyabet gelar juara umum kejurnas junior di Jakarta pada pertengahan 2017 silam.

TRIBUN KALTIM / ARIDJWANA
Kejuaraan Provinsi Squash 2017 di Dome. 

TRIBUNKALTIM.CON, SAMARINDA - Pengprov Persatuan Squash Indonesia (PSI) Kaltim bangga dengan pencapaian atlet juniornya di level nasional. Pasalnya tim junior Squash Kaltim menyabet gelar juara umum kejurnas junior di Jakarta pada pertengahan 2017 silam.

Sekretaris Umum Pengprov PSI Kaltim, Elvyani NH Gaffar mengapresiasi kerja keras atlet dan pelatih tim junior. Menurutnya raihan ini sekaligus membangkitkan semangat dan gairah squash Kaltim agar terus berprestasi di tingkat nasional.

Prestasi ini luar biasa, lantaran squash Kaltim sudah terlampau lama tertidur di kancah nasional. Squash Kaltim sebenarnya pernah mencapai zaman keemasan pada tahun 1996 yang saat itu atletnya mampu menembus Olimpiade.

"Baru kali pertama kita raih kembali juara umum. Ini berkat keberanian dari pelatih mengambil bibit baru dan diseleksi lalu kemudian ikut kejuaraan junior. Ini lompatan yang bagus, selepas masa keemasan kita," kata Elvyani di Sekretariat KONI Kaltim, di jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (2/1) pukul 16.30 Wita.

Berdasarkan prestasi itu, Pengprov PSI Kaltim bertekad tahun 2018 ini fokus meningkatkan pembinaan atlet junior. Elvyani menegaskan pembinaan atlet junior sangat penting untuk regenerasi dan diharapkan prestasi yang di torehkan junior bisa berlanjut ke tingkat senior di masa mendatang.

"Kita konsentrasi regenerasi, pembinaan, dan pelatihan. Junior ini aset kita, yang harus jita persiapkan matang untuk bisa mebggantikan seniornya di masa drpan. Jangan sampai prestasi bagus tapi tidak ada regenerasi," ucapnya.

Meski fokus pembinaan atlet junior, pihaknya bukan menafikan pembinaan senior. Menurut Elvyani pembinaan senior tetap berjalan rutin setiap harinya dengan perlu menambahkan jam terbang melalui uji tanding.

"Tantangan kita ke depan akan lebih berat. PON 2016 kita hanya meraih perunggu di nomor beregu. Jadi sekarang kita juga harus rutin meningkatkan kulitas senior agar prestasi ke depan lebih baik lagi," katanya.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved