Merasa Tak Dihrgai, Trump Bekukan Bantuan Rp 5 Triliun ke Pengungsi Palestina Lewat PBB

Mereka bahkan tidak ingin merundingkan traktat perdamaian dengan Israel yang sudah lama belum dirampungkan," cuit Trump di Twitter

Merasa Tak Dihrgai, Trump Bekukan Bantuan Rp 5 Triliun ke Pengungsi Palestina Lewat PBB
Presiden AS Donald Trump saat marah 

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menghentikan aliran dana bantuan ke Palestina karena wilayah itu dianggap "tidak bersedia merundingkan perdamaian".

"Kami membayar Palestina jutaan dollar setiap tahun dan tidak mendapat apresiasi atau penghomatan. Mereka bahkan tidak ingin merundingkan traktat perdamaian dengan Israel yang sudah lama belum dirampungkan," cuit Trump di Twitter seperti dikutip BBC.

@realDonaldTrump: It's not only Pakistan that we pay billions of dollars to for nothing, but also many other countries, and others. As an example, we pay the Palestinians HUNDRED OF MILLIONS OF DOLLARS a year and get no appreciation or respect. They don’t even want to negotiate a long overdue...

"Namun, karena Palestina tidak lagi bersedia merundingkan perdamaian, mengapa kami harus melakukan pembayaran dalam jumlah besar kepada mereka di masa mendatang?" sambungnya.


Soal mengapa Palestina tidak lagi bersedia berunding sejatinya telah dikemukakan Presiden Mahmoud Abbas setelah Trump memutuskan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan akan memindahkan kedutaan AS ke sana.

Lima ratus orang melakukan unjuk rasa di Depan Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta, Jumat (8/12) - FATHIYAH WARDAH/VOA
Lima ratus orang melakukan unjuk rasa di Depan Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta, Jumat (8/12) - FATHIYAH WARDAH/VOA

"Amerika Serikat terbukti merupakan mediator tak jujur dalam proses perdamaian," kata Abbas.

Dia menambahkan, Yerusalem "selamanya ibukota negara Palestina".

Bantuan apa yang diberikan AS ke Palestina?
Cuitan Trump adalah lanjutan dari pernyataan Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley. Menurutnya, AS akan berhenti menyumbangkan dana kepada badan PBB yang menangani pengungsi Palestina.

Terhadap badan yang mengelola pendidikan, kesehatan, dan program sosial itu, AS tercatat sebagai penyumbang terbesar dari pihak pemerintah dengan jumlah hampir US$370 juta atau setara Rp5 triliun pada 2016. Jumlah tersebut mencapai 30% dari seluruh pendanaan badan tersebut.

"Pada dasarnya presiden mengatakan dia tidak ingin memberi dana tambahan, atau menghentikan pendanaan, sampai Palestina sepakat kembali ke meja perundingan," kata Haley.

Duta Besar AS untuk PBB,Nikky Haley bersama Donald Trump - The North State Journal
Duta Besar AS untuk PBB,Nikky Haley bersama Donald Trump - The North State Journal

"Palestina kini harus menunjukkan iktikad bahwa mereka ingin datang ke meja. Hingga kini, mereka tidak datang ke meja, tapi mereka minta dana bantuan. Kami tidak memberikan dana bantuan, kami ingin memastikan mereka datang ke meja," imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Haley juga mengumumkan tindakan AS dalam membekukan dana bantuan untuk Pakistan.

"Pemerintah menahan bantuan US$255 juta (sekitar Rp3,5 triliun) untuk Pakistan. Ada alasan yang jelas untuk ini: Pakistan melakukan permainan ganda selama bertahun-tahun. Mereka bekerja dengan kami dan juga melindungi teroris yang menyerang pasukan kami di Afghanistan."

Pernyataan Haley ini muncul sehari Presiden Donald Trump lewat pesan Twitter menuduh Pakistan berbohong dan melindungi teroris.[]

Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved