Ambulans
Ongkos Kirim Empat Ambulans ke Krayan Mencapai Rp 525 juta
Belakangan, pengusaha asal Kabupaten Malinau yang menjadi rekanan meminta tambahan biaya sehingga ongkos pengiriman mencapai
Penulis: tribunkaltim | Editor: Martinus Wikan
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Pemerintah Kabupaten Nunukan batal mendistribusikan empat unit ambulans ke sejumlah Puskesmas di Krayan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, dr Meinstar Tololiu mengatakan, kendaraan yang rencananya dikirimkan melalui Malaysia itu batal terlaksana.
Pasalnya rekanan yang akan mengirimkan kendaraan tersebut meminta tambahan biaya angkut."Sebenarnya sudah sepakat Rp 375 juta untuk biaya pengirimannya. Anggarannya cukup,” ujarnya, Rabu (3/1/2018).
Belakangan, pengusaha asal Kabupaten Malinau yang menjadi rekanan meminta tambahan biaya sehingga ongkos pengiriman mencapai Rp 525 juta. “Kami batalkan karena anggarannya tidak ada,” ujarnya.
Rekanan tersebut meminta tambahan biaya dengan alasan beratnya medan yang bakal dilalui untuk mengangkut ambulans dimaksud.Belum lagi, meskipun kontrak sudah disetujui, namun belakangan para pekerja pengangkut juga meminta kenaikan upah.
Para pekerja beralasan, jalan yang dilalui penuh lumpur saat musim penghujan di akhir tahun 2017.
"Desember hujannya deras. Itu kan jalurnya nanti Nunukan ke Sarawak, Malaysia, lalu Krayan. Dari Lawas, Serawak ke Krayan ini jalurnya berlumpur kalau hujan. Pekerjanya merasa berat makanya meminta biaya dinaikkan,” katanya.
Karena alasan kenaikan biaya ini pula, Pemerintah Kabupaten Nunukan memilih membatalkan kerja sama pengiriman ambulans itu.
"Saya bilang ini pun secara hukum kita tidak jelas. Cuma karena khusus kan? Tidak ada daerah lain di Indonesia ini yang kirim barang ke negara orang seperti begini," ujarnya.
Saat ini pihaknya masih belum memiliki solusi untuk pengiriman kendaraan dimaksud ke Krayan. Wilayah tersebut memang hanya bisa dijangkau dengan angkutan udara dari ibukota Kabupaten Nunukan dan daerah terdekat di wilayah Republik Indonesia.
Satu-satunya akses jalan darat hanya melintas melalui daratan Negara Bagian Sabah dan Negara Bagian Serawak, Malaysia. Dengan kondisi seperti ini, pihaknya tidak tahu, kapan bisa mengirimkan kendaraan dimaksud.
Saat ini empat unit kendaraan yang belum didistribusikan itu tersimpan di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan. “Pemerintah Kabupaten Nunukan akan berkirim surat kepada Kementerian Kesehatan untuk melaporkan kondisi yang terjadi. Sekaligus kami mengajukan anggaran untuk ekspedisi lintas negara,” ujarnya.
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Nunukan mengirimkan 12 unit sepeda motor ke Krayan dengan menumpang pesawat. Biaya pengiriman setiap unit sepeda motor mencapai Rp 3 juta.
Tahun lalu Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan menerima bantuan dari Kementerian Kesehatan dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi, DAK Reguler, dan DAK Penugasan.
Melalui dana tersebut dialokasikan bantuan berupa empat unit ambulans untuk kegiatan puskemas keliling Puskesmas Long Bawan dan Puskesmas Long Layu.
Kedua puskesmas juga menerima sepeda motor masing masing 8 unit untuk Puskesmas Long Bawan dan 5 unit untuk Puskesmas Long Layu. “Tahun 2017 kami menerima bantuan transportasi kesehatan. Totalnya 20 mobil ambulans dan puskesmas keliling serta 52 motor operasional untuk 11 puskesmas dan 1 rumah sakit pratama,” ujarnya. (noe)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/empat-unit-ambulans_20180103_212551.jpg)