Optimalkan Reproduksi Ternak Sapi, Dinas Peternakan Kaltim Terapkan Cara Ini
Saluran reproduksi sapi itu diperiksa, untuk mengetahui apakah saluran reproduksinya normal atau tidak.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Selain program vaksinasi rabies tersebut, ada pula program lain yang telah dilakukan, yakni pemeriksaan kebuntingan ternak sapi serta inseminasi buatan/kawin suntik.
"Ini dilakukan kemarin di Kelompok Ternak Bersama di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda. Ada 138 ekor sapi yang kami pemeriksakan, inseminasi buatan. Ini sekaligus pencanangan kegiatan Upsus Siwab atau Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting," Kepala Dinas Peternakan Kaltim, Dadang Sudarya.
Dari hasil Upsus Siwab tersebut, diharapkan bisa meningkatkan reproduksi sapi dan kerbau yang ada di Kaltim. "Optimalisasi reproduksi sapi dan ternak melalui kawin suntik/kawin alam. Kami juga lakukan penanggulangan status reproduksi. Jadi, saluran reproduksi sapi itu diperiksa, untuk mengetahui apakah saluran reproduksinya normal atau tidak. Jika ada gangguan, maka akan dilakukan pengobatan," ucapnya.
Bagian dari Upsus Siwab tersebut, juga fokus pada bagaimana pakan sapi-sapi yang ada di Kaltim. "Ada juga rangkaian Upsus Siwab, yakni perbaikan pakan ternak, untuk sapi-sapi yang kurus. Karena terbatas, kami prioritaskan untuk sapi-sapi jenis Brahman Cross. Selain itu, kami juga lakukan sosialisasi terkait larangan pemotongan ternak yang produktif. Biasanya, usia produktif ternak itu di bawah 8 tahun. Ini yang diharap tidak boleh dilakukan pemotongan," ucap Dadang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kegiatan-upsus-siwab_20180104_220331.jpg)