Ditanya Dinamika Politik Pilgub Kaltim, Rizal: Ada Tiga Kemungkinan Terjadi pada Saya

Dinamika politi jelang Pilgub Kaltim di berbagai daerah Indonesia saat ini semakin menarik disimak.

TRIBUN KALTIM / NALENDRO PRIAMBODO
Walikota Balikapapan, Rizal Effendi 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dinamika politi jelang Pilgub Kaltim di berbagai daerah Indonesia saat ini semakin menarik disimak. Berbagai manuver dipertontonkan bakal calon kontestan, termasuk berbagai peristiwa yang mengiringi.

Seperti Pilgub Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatra Utara yang menyedot perhatian media dan masyarakat karena diikuti sejumlah tokoh populer dari kalangan politisi dan mantan jenderal.

Berbagai kejutan juga terjadi di Kaltim jelang masa pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, 8-10 Januari ini. Setelah Yusran Aspar mengundurkan diri dari Partai Gerindra karena tidak 'dipilih' Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Baca: Dicecar 23 Pertanyaan terkait Teknis Proyek RPU, Ini Jawaban Walikota Rizal Effendi

Rusmadi, Sekprov Kaltim yang mengumumkan tidak akan mencalonkan dalam Pilgub Kaltim beberapa hari jelang masa pendaftaran. Dan terakhir bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Syahrie Jaang dan Rizal Effendi sama-sama diperiksa aparat kepolisian.korupsi.

Walikota Rizal Effendi ditemui usai menjalani pemeriksaan selama tiga jam oleh penyidik Subdit III/Tipidkor Ditreskrimsus Polda Kaltim, Jumat (5/1/2018) sebagai saksi kasus dugaan korupsi Rumah Potong Unggas (RPU) berharap pemeriksaan ini tidak berpengaruh besar pada niatannya maju bersama Walikota Samarinda Syahrie Jaang.

Bagi dia, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Menurutnya soal pencalonan tidak ditentukan oleh pemeriksaan hukum yang sedang ia jalani, tapi pada partai politik pengusung.

Baca: Cagub-Cawagub akan Jalani Tes Narkoba, Pastikan Tes Urine, Petugas Nunggu Depan Toilet

"Seperti saya katakan, ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi pada saya. Tidak maju, maju, dan maju sebagai KT 1 atau maju sebagai KT 2. Ketiga kemungkinan itu bisa terjadi," tutur Rizal.

Ia kembali menyinggung dinamika politik yang senantiasa berkembang saat ini.

"Kalau saya maju (Pilgub Kaltim) bisa di KT 1 atau KT 2. Kepastiannya, tunggu tanggal 8-10 Januari (masa pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakilnya),"jelasnya.

Baca: Proses Pilkada Tarakan Memasuki Tahapan Krusial

Ditanya soal apakah sudah ada surat tanggapan dari Partai Demokrat untuk kepastian pencalonan berpasangan dengan Jaang, Rizal berkata belum melihat perkembangan terbaru.

"Dulu rekomendasi ke pak Jaang, apa sudah disempurnakan, saya belum lihat,"ucapnya sambil menuju mobil meninggalkan Polda Kaltim. (*)

Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved