Selasa, 7 April 2026

Sudah Sertifikasi Jam Mengajar Kurang, Guru Terbantu Jadi Pembina Pramuka

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan, Jaya Martom mengatakan, Pramuka merupakan esktrakurikuler wajib di sekolah.

TRIBUN KALTIM/NIKO RURU
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan, Ridwan, saat membuka Kursus Mahir Tingkat Lanjutan, Sabtu (6/1/2018) di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Nunukan. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan, Ridwan mengatakan, menjadi pembina Pramuka sangat membantu guru yang jam mengajarnya kurang.

"Bagi yang sertifikasi kalau kurang jam mengajarnya, jadi pembina Pramuka dapat dua jam lagi," ujarnya, saat membuka Kursus Mahir Tingkat Lanjutan, Sabtu (6/1/2018) di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Nunukan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan, Jaya Martom mengatakan, Pramuka merupakan esktrakurikuler wajib di sekolah.

Baca: Di Kaltara, Nunukan Pertama Terapkan Kurikulum Baru KML

"Kurikulum 2013, Pramuka sebagai ekstrakurikuler wajib," kata Jaya melalui sambutan yang dibacakan Ridwan.

Dijelaskan, ada tiga model dalam ekstrakurikuler Pramuka yang ketiganya harus diikuti siswa seperti model blok. Melalui model ini semua anak minimal setahun mengikuti kegiatan lapangan.

"Ini untuk sikap baik dan disiplin. Karena dalam Kurikulum 2013 ada kompetensi pengetahuan, keterampilan dan sikap," ujarnya.

Baca: Duuh, Manjanya Raisa pada Sang Suami di Mobil, Beneran Lagi Hamil?

Baca: Tak Cuma Kapolda Kaltim, Para Jenderal Polisi yang Ikut Pilkada Ini juga Digeser

Baca: Langka, Terjadi Setelah 150 Tahun, Supermoon dan Gerhana akan Terlihat di Indonesia!

Baca: Kembali Tidur Panjang, Berikut Fakta-fakta Echa Si Putri Tidur dari Banjarmasin

Baca: Dua Bocah Berperan di Video Mesum dengan Perempuan Dewasa, Bagaimana Nasib Mereka Kini?

Pada model aktualisasi esktrakurikuler Pramuka, siswa diharapkan dapat mengaktualisasikan diri dengan yang didapatkannya dari Pramuka.

Karena itulah, dituntut untuk mencetak tenaga pembina yang profesional sehingga muatan materi yang diberikan pembina maupun pelatih benar-benar diraskaan manfaatnya oleh siswa.

"Gerakan Pramuka juga diharapkan meminimalkan kenakalan remaja di kalangan pelajar," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved