Pilgub Kaltim 2018

Bawaslu Awasi Penyerahan Hasil Pleno Tes Kesehatan Bakal Cagub dan Cawagub Kaltim

Empat pasangan kandidat bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kaltim sudah menjalani serangkaian tes jasmani, rohani dan bebas narkoba‎.

Bawaslu Awasi Penyerahan Hasil Pleno Tes Kesehatan Bakal Cagub dan Cawagub Kaltim
TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO
Galeh Akbar Tanjung, anggota Badan Pengawas Pemilu Kaltim. 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Budhi Hartono

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kaltim, Galeh Akbar Tanjung, menyatakan pasti mengawasi hasil tes kesehatan para kandidat yang akan diserahkan besok.

Empat pasangan kandidat bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kaltim sudah menjalani serangkaian tes jasmani, rohani dan bebas narkoba‎.

Pengawasan yang dilakukan, menurut Galeh, berdasarkan hasil data yang telah diplenokan masing-masing lembaga seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Himpunan Psikolog Indonesia (Himpsi), dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Baca juga:

BREAKING NEWS - Polda Kalimantan Utara Resmi Terbentuk, Kapolri Sudah Teken SK-nya

Pengadilan Tolak ‎Gugatan Praperadilan soal SP3 Perkara Pelindo IV Cabang Samarinda

Pihak Sekolah Tertutup, Kadisdik Tak Mau Komentar Soal Guru yang Gantung Diri di Balikpapan

Berapa Ongkos Susun Satu Perda di Kalimantan Utara?

Ini 'Harga Terjangkau' untuk Rekrut Albert Gudmundsson dari PSV Eindhoven, Beranikah Klub Liga 1?

Inilah Foto-foto Situasi Pasca Ambruknya Balkon Tower 2 Gedung Bursa Efek Indonesia

"Saya yakin penilaian hasil tes dapat dipertanggung‎jawabkan secara profesional. Hasilnya akan dinilai secara netral dan penilaian hasil tes itu punya integritas," ucap Galeh, dikonfirmasi Tribun, Senin (15/1/2018).

Menurut dia, hasil tes kesehatan itu akan diakumulasikan dari kesehatan jasmani, rohani, dan bebas narkoba.

Jika hasil tes empat pasangan kandidat cagub dan cawagub Kaltim memenuhi syarat pencalonan, maka dinyatakan lolos.

"Tapi kalau memang hasilnya tidak memenuhi syarat untuk calon, maka gugur. KPU punya kebijakan melalui peraturan untuk mengganti kalau kandidat itu terindikasi narkoba dan tidak lolos," tegasnya. (*)

Penulis: Budhi Hartono
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved