UMKM

Bentuk BLUD-BD Bantu Usaha Mikro

dari data yang dihimpun pihaknya ada sebanyak 1.366 usaha mikro, 549 kecil dan 49 menengah yang ada di Kabupaten Berau.

Bentuk BLUD-BD Bantu Usaha Mikro
TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN
Untuk membantu permodalan pelaku UMKM, tahun 2018 ini, Pemkab Berau akan membentuk BLUD Dana Bergulir. Melalui BLUD ini, pelaku usaha kecil menengah, bisa mengajukan pinjaman tanpa bunga dan jaminan. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau berencana membentuk Badan Layanan Umum Daerah Dana Bergulir (BLUD-DB). Pembentukan ini sebagai upaya dalam menindaklanjuti program Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi (LPDB) dari Kementerian Koperasi dan UKM.

Melalui BLUD DB ini diharapkan dapat membantu usaha mikro, kecil dan menengah dalam mengembangkan usahanya. Sehingga tidak kalah bersaing dengan pengusaha yang memiliki modal lebih besar.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperinda), Wiyati mengungkapkan, dari data yang dihimpun pihaknya ada sebanyak 1.366 usaha mikro, 549 kecil dan 49 menengah yang ada di Kabupaten Berau.

Progam ini merupakan urusan wajib dari pemerintah Kabupaten Berau yang juga akan dilampirkan dalam Laporan Penyelengaraan Pemerintah Daerah (LPPD).

"Sekarang masih dalam proses kajian akademik, penyusunan paying hukum dan pembentukan lembaganya. Dan kami targetkan BLUD ini sudah bisa membantu UKM mulai tahun 2018 ini,” kata Wiyati, Minggu (14/1/2018).

Penguatan UMKM ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengurangi kemiskinan dan pengangguran. Wiyati menjelaskan, program ini juga untuk memudahkan pelaku usaha kecl yang tidak dapat mengakses pinjaman di perbankan.

“Karena kita semua tahu, untuk mengajukan pinjaman di bank, pasti dikenakan bunga dan juga harus memiliki agunan atau jaminan,” jelasnya.

Wiyati menambahkan, meski BLUD ini nanti tidak mengenakan bunga bagi pengusaha kecil, namun dirinya menjelaskan, ada biaya yang harus dikeluarkan oleh UMKM. “Pinjaman tanpa bunga bukan berarti tidak ada biaya sama sekali, ada biaya administrasi tapi dengan biaya yang rendah,” jelasnya.

Namun belajar dari penyelenggaraan dana bergulir beberapa tahun lalu, yang berujung pada kredit macet, Wiyati mengatakan, UMKM yang akan mengajukan pinjaman BLUD harus berada di bawah naungan koperasi, yang juga menjadi penjamin.

“Mereka (UMKM) berhimpun di bawah koperasi sehingga risikonya tanggung renteng. Dan untuk mendapatkan pinjaman ini harus melalui rekomendasi koperasi,” paparnya.(gef)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved