KLB Difteri

Waspadai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Difteri, Berbahayakah?

Terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) juga harus diwaspadai saat pelaksanaan imunisasi. Mengapa?

Waspadai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Difteri, Berbahayakah?
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Perawat mengunakan berjalan usai melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang diduga terkena virus Difteri di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Jumat (8/12/2017). Menteri Kesehatan Nila Moeloek menetapkan kasus virus Difteri merupakan kasus kejadian luar biasa, sehingga Kemenkes akan menjadwalkan imunisasi vaksin TD (tetanus-difteri) untuk mengatasi kejadian luar biasa (KLB) penyakit difteri di tiga provinsi diantaranya Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Terjadinya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) juga harus diwaspadai saat pelaksanaan imunisasi dengan pemberian vaksin difteri di masyarakat.

Plt Kepala DKK Samarinda, Rustam mengatakan, terjadi KIPI justru lebih ditakuti dibanding wabah difteri itu sendiri.

Di beberapa daerah lain, kata Rustam, ada warga yang meninggal karena terjadi KIPI. "Kami lihat di televisi, ada yang sudah difteri langsung meninggal. Itu sebenarnya bukan dari vaksin difterinya. Mungkin ada komplikasi tertentu," ujarnya.

Hal ini diharapkan tidak membuat petugas takut melakukan imunisasi. Pasalnya, jika dalam imunisasi terjadi KIPI, petugas atau DKK tidak akan dijerat pelanggaran hukum. "Ini yang juga perlu kita ingat bersama-sama," ujarnya.(*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Fransina Luhukay
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved