Waspada KLB Difteri

Keluarga Pasien Difteri Seakan Pindah Rumah

Lokasi papan petunjuk ini ke ruangan inap isolasi tidak jauh, hanya sekitar dua puluh langkah.

Keluarga Pasien Difteri Seakan Pindah Rumah
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Septiani (berbaju merah) bersama keluarga di pelataran ruang inap menunggu suaminya yang dinyatakan sebagai terduga penyakit difteri di rawat dalam ruangan isolasi Rumah Sakit Umum Daerah dr Kanujoso Djatiwibowo pada Selasa (16/1/2018) siang. 

Namun, kata Septiana, hasil pemeriksaan dari tim medis RSUD Kanujoso belum keluar.

Hasil pemeriksaan laboratorium belum keluar.

“Lagi menunggu hasil. Diteliti apa benar suami saya kena difteri atau tidak. Bilangnya gejala penyakit yang diderita suami saya mirip difteri,” tuturnya.

Dia pun bersikap bersabar, rela untuk menunggu suaminya. Seakan pindah rumah, Septi menunggu menginap berhari-hari di pelataran ruang isolasi rumah sakit.

Kondisi yang dialami tidak disangka apalagi diharapkan.

“Saya kalau pulang ke rumah hanya mandi sama ganti pakaian saja. Sekarang lebih banyak di rumah sakit. Tidur di halaman luar ruangan inap rumah sakit walau tidak dibolehkan masuk ke ruangan ruang rawat,” tuturnya.

Menurut Edy Iskandar, Direktur RSUD Kanujoso, pihak rumah sakti siap menangani gejala penyakit yang sedang tenar di tengah kehidupan masyarakat.

Rumah sakit dilengkapi fasilitas isolasi.

Penanganannya tertutup hanya tim medis saja yang bisa masuk ke dalam ruang isolasi.

“Sampai sekarang data yang kami himpun pasien yang dinyatakan masuk kategori difteri jumlahnya sampai empat orang,” ungkapnya.

Halaman
1234
Penulis: Budi Susilo
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved